40 Pemandu Wisata Budaya ikuti Orientasi Lapangan di Pulau Penyengat

TANJUNGPINANG, RADARSATU.com — Sebanyak 40 Peserta Pelatihan Pemandu Wisata Budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemko Tanjungpinang, pada Kamis (07/12) pagi, berkumpul guna mengikuti kegiatan Orientasi lapangan, yang digelar di Pulau Penyengat Tanjungpinang.

Kegiatan orientasi lapangan ini merupakan sesi terakhir, atau hari keempat setelah sebelumnya diberikan pembekalan oleh narasumber di Nite and Day Hotel Laguna jalan Bintan, Tanjungpinang Kota.

Orientasi lapangan dalam pelatihan pemandu wisata budaya sendiri diawali dari simulasi penyambutan tamu di dermaga pelabuhan penyengat, satu persatu peserta tampil mempraktekkan cara menyambut tamu yang baik dan benar.

Baca Juga :  639 PNS Pemprov Kepri Dapat Penghargaan Satya Lencana Karya Satya

“Sebagai pemandu wisata budaya, peserta pelatihan diharapkan berani berbicara dan menyampaikan sekilas sejarah singkat tentang pulau penyengat,” kata Raja Fahrul selaku Narasumber Pelatihan.

Setelah dari pelabuhan penyengat, peserta selanjutnya menyinggahi beberapa destinasi hingga situs cagar budaya diantarnya seperti Masjid Sultan Riau Indra Sakti, gedung tabib, komplek makam putri dan raja Ali haji pahlawan dan pengarang gurindam 12 dan terakhir di Balai Adat Pulau Penyengat.

Setiap lokasi yang disinggahi tadi peserta pelatihan praktek langsung mengenalkan sejarah singkatnya.

Baca Juga :  Kota Tanjungpinang Menuju Zero Kasus Covid-19

“Setelah melihat dan mendengar paparan para peserta, sungguh Bapak dan Ibu sebagian besar pengetahuan sudah sangat dalam,” ucap Insani Haimi selaku Adyatama Kepariwisataan dan ekonomi kreatif dinas kebudayaan dan pariwisata Pemko Tanjungpinang.

Insanii juga mengatakan, keberadaan keberadaan pemandu wisata dapat memberikan seperti apa identitas Pariwisata Kota Tanjungpinang. “Mudah mudahan kecakapan Bapak/ Ibu memberikan informasi sektor lain juga berkembang seperti ekonomi kreatif, kuliner dan berbagai atraksi lainnya sebagai dampak dari meningkatnya kunjungan wisatawan” harapnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat pulau penyengat yang juga narasumber dalam pelatihan, Raja Ibrahim dalam pertemuan sebelum penutupan pelatihan berpesan, kepada pemandu wisata agar sebagai pemberi informasi carilah referensi yang lebih terpercaya seperti buku dan lainnya. (Rob)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.