Bea Cukai dan Kastam Malaysia Amankan 1,09 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp3,06 Miliar

Bea Cukai dan Kastam Malaysia menangkap 1,09 juta batang tokok ilegal senilai Rp3,06 miliar. (Foto: istimewa).

BATAM, RADARSATU.COM – Tim Operasi Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia dan Malaysia (Patkor Kastima) berhasil menangkap Kapal SB Sea Star yang memuat 1,09 juta batang rokok ilegal senilai Rp3,06 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp2,57 miliar.

Kapal tersebut ditangkap menggunakan Kapal BC 15029 milik Bea Cukai Batam di Perairan Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau Senin, (4/10/2022) lalu.

“Penangkapan bermula ketika Kapal Patroli BC 15029 melakukan patroli di wilayah perairan Pulau Galang. Kemudian mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada kapal yang sedang melakukan pemuatan

barang yang diduga merupakan kardus berisi rokok ilegal dengan kondisi kapal sudah lepas tali dari pelabuhan,” kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, M. Rizki Baidillah, Kamis (13/10/2022).

Baca Juga :  Bea Cukai Akui Lakukan Tindakan Terukur Terhadap Pengusaha Kapal Haji Permata

Rizki Baidillah mengatakan, kemudian petugas melakukan pengejaran dan melihat awak sarana pengangkut Kapal SB Star mengkandaskan kapal dan melompat ke laut untuk melarikan diri.

“Petugas telah berupaya maksimal melakukan Search and Rescue (SAR) selama dua jam guna mencari awak sarana pengangkut yang melompat, namun petugas tidak berhasil menemukannya,” katanya.

Menindaklanjuti kasus tersebut, petugas melakukan penegahan dan melakukan pemeriksaan Kapal SB Star. Terdapat 105 kardus yang ditutupi terpal yang berisi rokok tanpa dilekati dengan pita cukai. Kemudian barang-barang tersebut dibawa ke Dermaga Bea Cukai Batam di Tanjung Uncang untuk diperiksa secara mendalam.

Setelah diteliti lebih lanjut, 105 kardus tersebut berisi 900.000 batang rokok berjenis Sigaret Putih Mesin (SPM) dengan merek dagang “L” dan 192.000 batang rokok berjenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan merek dagang “H” yang rata-rata tidak dilekati pita cukai serta tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan dan cukai.

Baca Juga :  Bea Cukai Batam Mendapat Penghargaan Dari Kementerian Kelautan dan Perikanan

Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Kapal SB Sea Star yaitu melakukan pemuatan barang di luar kawasan pabean, barang yang dimuat tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan dan cukai, barang yang dimuat merupakan rokok tanpa dilekati pita cukai.

“Pelaku diduga melanggar Pasal 54 Undang-Undang Cukai, yaitu menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya,” jelasnya.

Rizki Baidillah menambahkan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1), dan/atau Pasal 56 Undang-Undang Cukai, yaitu menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, dan/atau pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Baca Juga :  Kepala BP Batam dan Menparekraf Kunjungi Kampung Tua Bakau Serip

“Kegiatan PATKOR KASTIMA yang dimulai sejak tanggal 29 September 2022 merupakan bentuk keseriusan Bea Cukai dan Kastam Malaysia dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran barang ilegal di wilayah Selat Malaka dan sekitarnya. Sinergi ini berupaya untuk menindak dan memberikan efek jera bagi para penyelundup barang ilegal demi menjaga wilayah kedaulatan kedua negara,” tambahnya. (*)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.