Proyek Pembangunan Pasar Baru Habiskan Dana Sebesar Rp 79,9 Miliar

Pelaksana tugas (Plt) Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Mohammad Irvan, saat ditemui radarsatu.com di ruang kerjanya, Kamis (29/9/2022). (Foto: Robbin S/Radarsatu.com).

TANJUNGPINANG, RADARSATU.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) kucurkan dana APBN senilai Rp 79,9 miliar untuk pembangunan Pasar Baru Pelantar Satu di wilayah Kelurahan Tanjungpinang Kota.

Kucuran dana tersebut merupakan jerih perjuangan Walikota Tanjungpinang Rahma yang disampaikan Kementerian PUPR di Jakarta untuk memperjuangkan pembangunan Pasar Baru Pelantar Satu di wilayah Kelurahan Tanjungpinang Kota tersebut.

Rencananya, terhitung awal bulan November tahun 2022 mendatang, pekerjaan pasar tersebut itu sudah dimulai dikerjakan oleh salah satu perusahaan ternama sebagai pemenang lelang proyek.

Baca Juga :  Pemkab Lingga Mendapat Revitalisasi 8 Sekolah Dari Kementerian PUPR

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Mohammad Irvan, saat ditemui radarsatu.com di ruang kerjanya, Kamis (29/9/2022).

Irvan menjelaskan, pembangunan Pasar Baru Pelantar Satu itu bukan menggunakan dana APBD Pemko Tanjungpinang, namun anggaran tersebut menggunakan APBN tahun 2022 sebesar Rp 79.9 miliar.

Menurutnya, dengan besarnya nilai dana tersebut, tidak akan mampu menggunakan anggaran Dinas PUPR Kota Tanjungpinang tahun 2022 yang hanya sekitar Rp 90 miliar.

“Dana sebesar itu membangun Pasar Baru mana mungkin kita mampu, anggaran Dinas PUPR Kota Tanjungpinang tahun 2022 hanya kisaran Rp 90 milir. Kemudian Satuan Kerja (Satker) dari Kementerian PUPR dilimpahkan ke Badan Penataan Pemukiman Wilayah (BPPW) yang berada di kawasan Dompak,” jelasnya.

Baca Juga :  Neko Wesha Pawelloy Turun dan Meninjau Jembatan Desa Tinjul

Menyangkut perusahaan darimana yang bekerja, pemenang lelang sah-sah saja yang jelas berdomisili di wilayah Indonesia karena aturan itu mengacu pada Kepres dan hal itu diperbolehkan.

“Jadi sesuai dengan tupoksi Dinas PUPR Kota Tanjungpinang hanya bidang teknis pengawasan saja dan kalau penanganan langsung tentang proyek pembangunan Pasar Baru Pelantar Satu di empat titik lokasi yang sama adalah Satker BPPW yang langsung mendapat rekomondasi dari Kementerian PUPR Pusat di Jakarta,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.