Terapkan Strategi Cyber Crawling, BC Batam Gagalkan Penyeludup Ribuan Obat Terlarang

Barang bukti ribuan pil terlarang diamankan Be dan Cukai Batam. (foto: istimewa).

BATAM, RADARSATU.COM – Bea dan Cukai Batam berhasil menggagalkan penyeludupan ribuan obat-obatan terlarang berupa pil dengan menerapkan strategi cyber crawling, Kamis (7/4/2022).

Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Undani mengungkapkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan Bea dn Cukai Batam dalam pengawasan terhadap peredaran barang-barang ilegal, khususnya terhadap obat-obatan terlarang.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan strategi cyber crawling. Cyber crawling telah terbukti efektif dalam mengawasi peredaran barang ilegal yang transaksinya dilakukan melalui internet dan sosial media.

“Informasi yang diperoleh dari cyber crawling tidak hanya bermanfaat bagi Bea Cukai Batam sendiri, namun informasi tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh Kantor Bea Cukai lainnya. Hal ini berkat sinergi yang telah diterapkan antar Kantor Bea Cukai seluruh Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Amankan Pulau Sekatung Di Natuna, TNI AD Kirim 10 Prajurit Terbaik

Undani mengatakan, beberapa tangkapan yang menonjol, di antaranya, Bea Cukai Yogyakarta berhasil mengamankan ribuan butir obat terlarang yang dikirim melalui paket barang kiriman paket 5 botol yang berisi total 5.000 butir dan 1 plastik bening berisi 10 butir pil berwarna putih yang diduga psikotropika Golongan IV jenis Trihexyphenidyl.

“Modus yang digunakan yaitu modus false declaration di mana barang tersebut diberitahukan sebagai Bluetooth thermal printer dt 58d kertas thermal,” katanya.

Kemudian pada Selasa, 15 Maret 2022, dari informasi tim cyber crawling Bea Cukai Batam, melalui sinergi dan kolaborasi dengan Bea Cukai Magelang, Bea Cukai Purwokerto, serta Satnarkoba Polresta Banyumas, berhasil menindak psikotropika golongan IV berupa Alprazolam.

Baca Juga :  BP Batam Berikan Bingkisan Ramadhan untuk Pegawai Outsouring dan Cleaning Service

“Barang bukti berupa 10 strip masing-masing berisikan 10 butir, dengan total 100 butir Alprazolam dikirim melalui paket barang kiriman,” ujarnya.

Selain itu, penindakan juga dilakukan oleh Bea Cukai Morowali. Berdasarkan informasi dari tim cyber crawling Bea Cukai Batam, Bea Cukai Morowali berhasil menggagalkan pengiriman paket berisi psikotropika golongan IV, terbungkus dalam 3 plastik masing-masing berisikan 10 butir.

“Bea Cukai Morowali bergegas menuju kantor ekspedisi untuk menggagalkan paket barang kiriman yang berisikan 30 butir Hexymer,” kata Undani.

Informasi dari tim cyber crawling pun juga berhasil menggagalkan penyelundupan obat terlarang dengan barang bukti Tramadol sebanyak 10 butir, yang dikirim dari Bandung ke Pekanbaru melalui jasa ekspedisi.

Baca Juga :  Ramadhan Membawa Berkah Juru Parkir Pasar Bintan Center

Selain penindakan terhadap narkoba, tim cyber crawling juga telah membantu penindakan 1 paket tembakau sintetis berisi 2 bungkus dengan berat kotor 11 gram, yang dilakukan Bea Cukai Bengkulu.

Dengan informasi yang diolah oleh tim cyber crawling Bea Cukai Batam, tembakau sintetis yang dikirim melalui paket barang kiriman dapat digagalkan.

“Terhadap barang bukti telah diterbitkan Surat Bukti Penindakan (SBP). Selanjutnya Bea Cukai berkoordinasi dengan kepolisian dengan menyerahkan barang bukti penindakan guna proses lebih lanjut,” tambahnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.