Muhammad Nizar Bangga, Budi Daya Petani Tambak Mengalami Kemajuan

Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar memegan hasil panen udang saat mengunjungi Desa Sedamai. (foto: istimewa).

LINGGA, RADARSATU.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga akan jadikan Kelompok Budidaya Sehat Maju sebagai pilot project keberhasilan tambak udang di Kabupaten Lingga.

Pasalnya, dari sekian banyak desa yang sudah diberikan stimulus bantuan bibit dan pakan yang dikucurkan oleh Pemkab Lingga sebanyak dua kali, baru kelompok petani dari desa Sedamai lah yang baru memenuhi ekspektasi.

“Mereka cukup mandiri, karena hanya sekali saja dikasih bantuan bibit oleh pemerintah daerah, selebihnya mereka mandiri. Sejauh ini mereka telah berhasil panen untuk kedua kali, dan sedang menunggu untuk panen ketiga. Bibit udang pun sudah besar,” kata Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar saat mengunjungi Desa Sedamai.

Baca Juga :  Gubernur Buka 16 Tahun Nongsa Cup Golf Tournament 2021 
Suasana panen udang Budi Daya Petani Tambak .

Melanjutkan kekagumannya, Bupati Lingga menceritakan bahwa dari panen dengan luas tambak 35 x 35 meter tersebut, kelompok ini telah berhasil membeli mesin genset sendiri sebagai alternatif ketika aliran listrik PLN mati. Selain itu kebutuhan pakan juga sudah mampu terakomodir.

“Panen pertama mereka dapat 1 juta perorangan, panen kedua dapat 3 juta perorangan. Ini peningkatan yang cukup signifikan, mereka sudah mandiri,” jelasnya.

Untuk meningkatkan hasil panen, para petani tambak ini juga berharap kepada Pemerintah Daerah agar bisa memanfaatkan kolam pembuangan air disebelah tambak. Gayung bersambut, harapan itu pun ditanggapi serius dan akan segera didiskusikan dengan Dinas Perikanan.

Baca Juga :  Apri Resmi Buka Turnamen Idulfitri Cup ke 39 Sungai Enam 2018

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lingga, Sutarman juga mengatakan, baru-baru ini ada 4 kelompok Pembudidayaan Ikan (Pokdakan) telah berhasil panen maksimal, yakni Pokdakan Makmur Sejahtera Desa Sungai Buluh, Pokdakan Maju Jaya Desa Sungai Pinang, Pokdakan Udang Swalo Desa Panggak Laut dan Pokdakan Udang Galah Desa Resun Pesisir.

“Panen ini dilakukan setelah 90 hari dari tebar benih udang sebanyak 100.000 ekor pada masing-masing kelompok tambak pada Desember 2021 lalu,” tambahnya.

Sedangkan, dua Pokdakan lainnya, yakni Pokdakan Meserai Maju di Desa Resang dan Pokdakan Sehat Maju Desa Sedamai, dinilai telah berhasil dalam pengelolaan budidaya udang vanamei. Kelompok ini, sebagai pilot project karena telah berhasil panen beberapa kali dengan hasil yang memuaskan.

Baca Juga :  LVRI Tanjungpinang Keluhkan Dana Hibah Pemko Tanjungpinang Tak Kunjung Cair

Sutarman menjelaskan, sebelum melakukan panen total, para petambak telah melakukan panen parsial dengan jumlah 200-500 kilogram,  pada hari ke 70-80 dengan rata-rata berat udang 12 gram per ekornya. Sehingga diperkirakan pada panen total, diusia 90 hari, mencapai target 1 – 1,2 ton pada setiap pokdakan, dengan rata-rata berat udang diatas 15 gram per ekor.

Penulis: Agus SalimEditor: Riandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.