Mengulik Makna dalam puisi `Taubat` Karya Rida K Liamsi

Oleh : Faridatul Nur Fitriana
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Angkatan : 2019

Taubat
Sosok compang camping
Dari masa lalu
Bertabik di pintu
: Beri aku sajadah
Dan pintu itu pun terbuka
Lalu terdengar isak tangis seperti puisi yang dibacakan
di malam yang kehilangan detak jarum jam nya.
Menyembilu.
2020

Puisi yang berjudul `Taubat` karya Rida K Liamsi merupakan salah satu dari banyaknya puisi yang ditulis beliau. Beliau Lahir di Dabo singkep, Provinsi Kepulauan Riau, 17 Juli 1943. Pernah menjadi guru Sekolah Dasar, sebelum terjun menjadi Jurnalis. Delapan tahun jadi wartawan Tempo, lima tahun di harian Suara karya, kemudian ke Riau Pos, hingga menjadi CEO Riau Pos Group (RPG).

Beberapa karya beliau diantaranya; Perjalanan Kelekatu (kumpulan puisi, 2007). Rose (kumpulan puisi dwibahasa, Indonesia-Inggris, 2013). Kurator Antologi Puisi Hari Puisi Indonesia, Matahari Cinta Samudera Kata (2016). Prasasti Bukit Siguntang dan Badai Politik di Kemaharajaan Melayu, 1160-1946 (buku semi sejarah, 2016). Megat (novel, 2016). Mahmud, Sang Pembangkang (buku semi sejarah, 2017). Tempuling (kumpulan sajak, Yayasan Sagang, 2002). Bulang Cahaya (novel, JP Book Surabaya dan Yayasan Sagang, 2007)

Baca Juga :  27 Kendaraan Bermotor Terjaring Penertiban Satlantas Polres Karimun

Puisi yang berjudul `Taubat` memiliki makna yang sangat dalam tentang bagaimana orang yang memiliki masa lalu buruk, bagaimana orang yang kehilangan arah langkah dalam hidupnya, dan ia berniat untuk meminta ampunan kepada Allah SWT atas segala perbuatannya di masa lalu. Ia menyesali segala apa yang diperbuat di masa lalu. Ia ingin keluar dari masa yang buruk. Seperti yang tersirat dalam kalimat `Sosok compang camping dari masa lalu` menggambarkan orang yang berperilaku buruk, orang yang kehilangan arah, ataupun masa jahiliahnya seseorang.

`Bertabik di pintu` menggambarkan orang yang hatinya terketuk. Ia tersadar bahwa perbuatan yang selama ini ia perbuat itu salah. Ia berniat untuk hijrah dan mulai sadar dengan segala kesalahannya, dan ia ingin meminta ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosanya yang selama ini ia perbuat.
`Beri aku sajadah` menggambarkan orang yang mau bertaubat.
`Dan pintu itupun terbuka` menggambarkan pintu Rahmat dan kasih sayang Allah terbuka. Siapapun orang yang bersungguh-sungguh dalam taubatnya. Niat karena Allah, maka seburuk apapun perbuatanya di masa lalu akan Allah terima taubatnya.
`Lalu terdengar Isak tangis seperti puisi yang dibacakan` menggambarkan orang tersebut sangat menyesali perbuatannya di masa lalu. Ia menangis meratapi segala kesalahannya di masa lalu.
`di malam yang kehilangan detak jarum jam nya` menggambarkan kesunyian, keheningan di pertengahan malam. Di mana ia menumpahkan segala tangisnya di sela-sela pinta dalam taubatnya. Ia berdo’a memohon ampun kepada Allah SWT.
`Menyembilu` menggambarkan ratap oleh orang yang bertaubat tersebut. Kondisi di mana orang tersebut betul-betul menyesali perbuatannya di masa lalu.

Baca Juga :  Wisuda Tahfiz Baitul Qur'an, Bangun SDM Pencinta Al-Qur'an

Puisi `Taubat` karya Rida K Liamsi ini sangat bagus. Setiap kalimat dalam puisi ini mengandung makna yang sangat dalam. Pilihan diksinya juga sangat tepat menggambarkan isi yang terkandung di dalamnya. Beberapa majas yang terkandung dalam puisi tersebut diantaranya adalah Asosiasi. Majas yang diartikan sebagai gaya bahasa yang menempatkan dua hal yang berbeda, namun dianggap memiliki kesamaan tersendiri. Majas ini terdapat pada kalimat ‘Lalu terdengar isak tangis seperti puisi yang dibacakan’. Selain itu terdapat juga majas personifikasi, yang artinya adalah majas yang membuat benda mati seolah-olah hidup. Majas ini terdapat pada kalimat ‘di malam yang kehilangan detak jarum jam nya’.

Baca Juga :  Ade Angga Dilantik Jadi Ketua Depidar Soksi Provinsi Kepri

Dari puisi `Taubat` karya Rida K Liamsi ini mengajarkan kita untuk percaya bahwa pintu taubat itu ada. Allah SWT akan memberikan Rahmat serta hidayahnya bagi siapapun yang bersungguh-sungguh dalam taubatnya. Siapapun dan seburuk apapun perbuatannya di masa lalu, jika ia bersungguh-sungguh dalam bertaubat, insyaAllahh akan Allah ampuni segala dosa-dosanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.