LAM Kecamatan Jemaja Timur Hanya Sebagai Pelengkap Keorganisasian

ANAMBAS, RADARSATU.COM – Usai diangkat menjadi Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Jemaja Timur, Sahlan Jaya tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah.

Sahlan mengatakan, saat ini LAM Kecamatan Jemaja Timur tidak mendapatkan perhatian sedikitpun oleh pemerintah, baik operasional maupun yang lainnya.

Menurutnya, LAM ini hanya lembaga tanah melayu yang notabenenya sebagai pelengkap keorganisasian semata di Kecamatan.

Sahlan Jaya menyebutkan, LAM Kecamantan tidak mendapatkan perhatian, jangankan mendapatkan operasional, perlengkapan pakaian untuk keanggotaan saja saat ini belum ada.

Baca Juga :  Ansar Minta OPD Gesa Realisasi APBD 2022

“Jangankan operasional, Untuk kelengkapan pakaian keanggotaan Lembaga saja saat ini belum terpenuhi. Saat ini kami merasa, hanya sebagai pelengkap organisasi saja di Kecamatan,” katanya, Jum’at, (9/4/2021).

Sahlan mengatakan, saat ini, LAM Kecamantan Jemaja Timur dan Kecamatan Jemaja selalu aktif. Disaat acara penyambutan tamu-tamu penting Pemerintah Anambas yang berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sahlan juga menjelaskan, bahwa keanggotaan LAM Jemaja Timur yang lebih kurang 50 orang, masih banyak yang belum memiliki pekaian Adat Melayu sebagai pakaian resmi lembaga.

Baca Juga :  Wabup Lingga Ajak Warga Selayar Perangi Virus Corona

“Saya selaku ketua, hanya bisa minta kepada LAM Kabupaten hingga Pemerintah Daerah agar LAM Kecamatan untuk dapat diperhatikan. Selain itu juga Lembaga juga jarang melaksanakan kegiatan ataupun pertemuan antar keanggotaan.
Semoga apa yang saya sampaikan ini berharap dari pihak terkait bisa mendengarkan dan memperhatikan LAM Kecamantan,” jelasnya.

Penulis : HRS
Editor : Riandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.