UMKM Keluhkan Pembatasan LPG 3 Kg, Ini Respon Disperdagin Kota Tanjungpinang

Muhammad Amin, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, RADARSATU.COM – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang merespon keluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atas pembatasan kuota gas LPG 3 Kg dengan kartu kendali.

Sekretaris Disperdagin Kota Tanjungpinang, Muhammad Amin mengatakan akan mempertimbangkan penambahan jumlah jatah UMKM saat ini yang hanya 9 tabung setiap bulannya.

Meski demikian, Amin mengaku pihaknya masih fokus mendistribusikan kartu kendali LPG 3 Kg ke seluruh pelaku UMKM di Tanjungpinang.

“Karena usaha mikro lain juga kita pertimbangkan, kalau nanti seumpamanya memungkinkan (menambah kuota-red) ya kenapa tidak,” katanya, Senin (26/1).

Baca Juga :  Serda Nabawi Amankan Vaksinasi Massal di RSUD Jemaja

Ia juga menuturkan, saat ini kuota tabung LPG 3 Kg di Kota Tanjungpinang terbatas jumlahnya.

“Untuk tabung LPG ini kan terbatas, maka saat ini kita kondisikan dulu 9. Yang penting sekarang ini dia udah dapat itu dulu,” tuturnya.

Sebelumnya pada Jum’at (22/1) yang lalu, sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengeluhkan kebijakan Pemko Tanjungpinang yang membatasi penggunaan gas LPG 3 Kg dengan menggunakan kartu kendali.

David (41), pedagang makanan yang berada di Jalan Ahmad Yani mengaku dalam sehari ia membutuhkan 1 tabung LPG 3 Kg.

Baca Juga :  Karena Sakit Hati, Pria di Karimun Nekad Bakar Sepeda Motor Mantan Istri

“Kalau pembeli sedang rame kami masak terus,¬†besoknya sudah habis, mana cukup 9 tabung sebulan,”katanya,¬† Jum’at (22/1) siang.

Dalam sebulan setidaknya ia menghabiskan 15 tabung untuk berjualan makanan seperti soto, nasi goreng dan mie goreng.

“Hari ini dipasang, untuk besok sudah harus ada lagi stok, tidak sampai dua hari sudah habis,” ujarnya.

Hal senada juga dikeluhkan Wati (43), salah satu penjaja makanan di Jalan Pemuda.

Kepada media, ia mengaku satu tabung gas elpiji 3 Kg hanya mampu digunakan selama dua hari.

Baca Juga :  Lanal TBK Mendirikan Bangunan Posmat TNI AL Tanjung Batu

“Rata-rata cukup dua hari saja, kalau 9 tabung jelas tidak akan cukup,” tuturnya.

Wati berharap Pemko Tanjungpinang meninjau penerapan kartu kendali dalam pembelian LPG 3 Kg dengan memperhatikan kondisi pelaku UMKM apalagi di tengah pandemi Covid-19.

“Ya kalau tidak diubah bagaimana kami mau jualan, sementara gas sangat kami perlukan setiap hari,” tambahnya.

(Nuel)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.