Pagu Anggaran Belanja Tidak Terduga Meningkat Drastis di KUA PPAS APBD-P Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD-Perubahan Tahun anggaran 2020 kepada DPRD Kota Tanjungpinang dalam rapat paripurna DPRD Kota Tanjungpinang, Kamis (13/8).

Dalam KUA-PPAS APBD-P tersebut tampak terdapat perubahan dan pergeseran anggaran belanja langsung ke belanja tidak langsung.

Anggaran belanja tidak langsung yang semula 443,88 milliar naik menjadi 515,54 milliar, naik sebesar 71,66 milliar atau 16,14 persen. Kenaikan tersebut berada di pagu belanja tidak terduga sebesar 73,01 milliar dari yang semula 1 milliar menjadi 74,01 milliar.

Baca Juga :  Wali Murid dan Komite Sekolah Keberatan Atas Pemberlakuan Jam Belajar Oleh Pemerintah

“Untuk APBD perubahan ada pergeseran antaran belanja langsung ke belanja tidak langsung,” kata Teguh Ahmad Syafari, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Kamis (13/8).

Sementara itu, anggaran belanja langsung mengalami penurunan, yang semula 607,08 milliar menjadi 512,85 milliar atau berkurang 94,22 milliar atau 15,52 persen.

Di sisi lain, pendapatan daerah yang sah mengalami kenaikan sebesar 27,87 milliar atau 37,90 persen dari APBD murni 2020 sebesar 73,53 milliar rupiah menjadi 101,40 milliar rupiah.

Kenaikan tersebut diakibatkan adanya perubahan peraturan Gubernur Provinsi Kepri terkait pendapatan perimbangan provinsi dan penerimaan tunda salur.

Baca Juga :  Penerbangan Penumpang di Bandara Hang Nadim Dihentikan Sementara

“Hal ini diakibatkan adanya perubahan peraturan gubernur dari tahun 2019 ke 2020 terkait pendapatan perimbangan provinsi dan penerimaan tunda salur,” ujarnya.

Teguh juga menyebut, APBD-P murni pada KUA-PPAS APBD-P 2020 yang diajukan mengalami penurunan sebesar 2,15 persen, dari yang semula 1,050 Triliun menjadi 1,028 Triliun.

Penurunan tersebut diakibatkan berkurangnya dana transfer pusat yang selama ini diterima Pemko Tanjungpinang serta adanya penurunan pendapatan asli daerah akibat Covid-19.

Ia menambahkan, pada APBD-P 2020 Pemko Tanjungpinang nantinya akan difokuskan untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Antisipasi Penyakit Nipah, Karantina Pertanian Tanjungpinang Gelar Operasi Patuh

“Untuk APBD-P kita fokuskan untuk penanganan Covid-19, kita udah lakukan 4 kali refocusing termasuk APBD-P,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.