Masalah TKA, Ketua Himkab: Kami Kecewa Kepada Disnaker Kepri

TANJUNGPINANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa se-Kepri mengadakan aksi terkait kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang di pekerjakan di PT BAI yang berada di Kabupaten Bintan, Kamis (13/08/2020).

Aksi pertama dilakukan di depan kantor imigrasi Tanjungpinang dan berlanjut di depan kantor Disnaker Kepri kemudian terakhir di depan kantor Gubenur Kepri, Pulau Dompak.

Salah satu Korlap dalam Aksi tersebut Adit mempertanyakan pemerintah mengapa tenaga kerja asing diperhatikan dan mengapa tidak tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Pagi-pagi, Isdianto Ngopi Bareng Warga di Warkop Loka Tarempa

“Kenapa tenaga kerja asing yg di perhatikan oleh pemerintah, kenapa tidak tenaga kerja lokal, seharusnya di tengah pandemi COVID-19 ini pemerintah jangan mendatangkan tenaga kerja asing,” tegasnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Kabupaten Bintan, Yusan bersama Aliansi Mahasiswa Kepri yang tergabung dari 6 organisasi menyatakan sikap kecewa kepada pihak Disnaker Provinsi Kepri, selain itu pihaknya juga menyatakan mosi tidak percaya kepada Disnaker Provinsi Kepri.

“Hari ini terkait kasus TKA pihak disnaker provinsi Kepri tidak mau memberikan data terkait TKA yg masuk di PT.BAI sebanyak 325 orang tersebut. Dan kami aliansi mahasiswa kepri sangat kecewa terhadap tidak transparan nya pihak disnaker provinsi Kepri,” tegas Yusan.

Baca Juga :  Dua Atlet Layar Kepri Dulang Emas dan Perak di PON Papua

Yusan meminta kepada pihak Disnaker Provinsi Kepri agar memperjuangkan tenaga kerja lokal.

“Jangan di persulit tenaga lokal untuk masuk bekerja,” ucapnya.

Pihaknya akan tetap meminta ketegasan pemerintah kepri terkait kebijakan pimpinan dalam menangani masuknya TKA di Kepri tepatnya Kabupaten Bintan.

“Mari kita jadikan Provinsi Kepri yang mementingkan pribumi di banding asing, kepri rumah kita, disini kita bukan turis,” pungkasnya.

Penulis: Hairi

Berikut Videonya : 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.