Sambut Kepulangan Jemaah Haji Bintan 2026, Bupati Roby Kurniawan Siapkan Tim Medis Home Care

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, secara resmi menyambut kepulangan rombongan Jemaah Haji asal Kabupaten Bintan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 01 Embarkasi Batam di Aula Arafah I Asrama Haji Kota Batam, pada Senin malam, 1 Juni 2026.F-Diskominfo Bintan

BATAM, Radarsatu.com — Jaminan proteksi pasca-pelayanan bagi para jemaah yang baru saja merampungkan rukun Islam kelima di Tanah Suci menjadi prioritas utama jajaran pemerintah daerah guna memitigasi risiko gangguan kesehatan akibat kelelahan fisik.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, secara resmi menyambut kepulangan rombongan Jemaah Haji asal Kabupaten Bintan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 01 Embarkasi Batam di Aula Arafah I Asrama Haji Kota Batam, pada Senin malam, 1 Juni 2026.

Kehadiran rombongan tamu Allah SWT ini disambut haru setelah armada pesawat yang membawa mereka mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Secara akumulatif, Kloter BTH 01 tahun ini memboyong total 445 orang, yang terdiri dari 44 jemaah asal Kabupaten Bintan, 27 jemaah asal Kabupaten Lingga, 145 jemaah asal Kota Tanjungpinang, serta 225 jemaah asal Kota Batam dengan didampingi oleh 4 orang petugas kloter resmi.

Bupati Roby Kurniawan melayangkan rasa syukur mendalam sekaligus mengucapkan selamat datang kembali di tanah air kepada seluruh jemaah haji yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah penuh perjuangan fisik di Arab Saudi dalam kondisi selamat.

Meskipun guratan lelah akibat perjalanan udara lintas benua masih terlihat, pancaran kebahagiaan dinilai tetap mendominasi wajah para jemaah yang sesaat lagi akan segera bertolak ke kampung halaman untuk melepas rindu bersama keluarga.

Sebagai langkah preventif, Bupati Bintan menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan untuk melakukan pemantauan ketat serta menyiapkan skema tindakan medis proaktif berupa layanan kunjungan rumah (home care) secara gratis yang akan berjalan secara kontinu hingga tiga pekan atau 21 hari ke depan demi memastikan kebugaran fisik seluruh jemaah tetap terjaga dengan prima.

Mekanisme layanan darurat medis pasca-haji ini didesain secara praktis agar tidak membebani para jemaah yang sedang beristirahat.

Jika jemaah mengalami gejala demam, gangguan pernapasan, atau keluhan klinis lainnya di rumah, mereka cukup menghubungi petugas haji pendamping yang bersiaga di wilayahnya, untuk kemudian diteruskan ke jaringan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat agar tim dokter dapat langsung datang memberikan penanganan di kediaman jemaah.

Merespons instruksi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Retno Riswati, mengimbau agar para jemaah tidak mengabaikan sekecil apa pun perubahan kondisi tubuhnya, mengingat adanya disparitas iklim yang ekstrem antara wilayah Timur Tengah dan Indonesia yang kerap memicu penyakit adaptif seperti batuk, pilek, hingga nyeri kepala akut.

Otoritas kesehatan Bintan sangat menyarankan agar selama masa asimilasi dan pemulihan stamina di rumah, para jemaah haji mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup, memperbanyak asupan nutrisi dari sayuran segar serta buah-buahan, dan membatasi aktivitas fisik berat di luar rumah.

Seluruh rombongan jemaah haji asal Kabupaten Bintan dijadwalkan menginap selama satu malam di kompleks Asrama Haji Batam guna menyelesaikan proses administrasi keimigrasian dan pemulihan awal, sebelum akhirnya keesokan hari diseberangkan menuju pelabuhan Bintan untuk dikembalikan ke pelukan keluarga tercinta dengan menyandang predikat sebagai haji yang mabrur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *