Sah, 816 Kafilah Bakal Bertanding di Ajang MTQ Tingkat Provinsi Riau 2026 Kuansing

Asisten I Sekretariat Daerah, Provinsi Riau, Zulkifli Syukur.F-Istimewa

PEKANBARU, Radarsatu.com — Eskalasi persiapan perhelatan akbar syiar Islam di Bumi Lancang Kuning kini memasuki fase krusial pasca-finalisasi validasi data kepesertaan dari seluruh perwakilan daerah.

Sebanyak 816 peserta secara resmi disahkan untuk bertanding dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Ketetapan hukum mengenai jumlah kafilah tersebut disepakati melalui rapat pleno yang digelar di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, pada Selasa, 2 Juni 2026.

Jalannya pertemuan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Riau, Zulkifli Syukur, guna memastikan seluruh instrumen administrasi bebas dari potensi sengketa di kemudian hari.

Berdasarkan hasil penyaringan dan verifikasi faktual yang ketat, figur total 816 utusan tersebut mencakup representasi kafilah dari 12 kabupaten dan kota se-Provinsi Riau.

Komposisi kepesertaan makro ini terdiri atas 808 orang pemegang status peserta inti serta delapan orang yang diplot sebagai peserta cadangan.

Zulkifli Syukur menjabarkan bahwa selain mengetok palu pengesahan kuota jemaah, agenda teknis hari itu juga dimanfaatkan untuk menggelar rapat koordinasi operasional (technical meeting) guna menyamakan persepsi regulasi pertandingan.

Guna memperkuat identitas visual dan promosi wisata religi daerah, panitia penyelenggara secara resmi turut meluncurkan logo resmi MTQ Riau tahun ini ke hadapan publik.

Rangkaian upacara pembukaan seremonial di Kabupaten Kuansing nantinya akan diawali oleh kemeriahan pawai ta’aruf pada pagi hari yang menampilkan rupa-rupa mobil hias dan atraksi kebudayaan Islam khas melayu dari tiap delegasi.

Merujuk pada data sebaran asal wilayah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tercatat sebagai daerah dengan jumlah delegasi inti paling masif, di mana masing-masing meloloskan sebanyak 72 orang kafilah terbaiknya.

Kompetisi religi tingkat provinsi ini dipastikan berjalan kompetitif dengan mempertandingkan 11 cabang perlombaan bergengsi, di antaranya Seni Baca Alquran, Qira’at Alquran, Hafalan Alquran, Tafsir Alquran, Fahm Alquran, Syarh Alquran, Seni Kaligrafi Alquran, Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ), Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH), Musabaqah Hadis Nabi, hingga seni kelokalan Barzanji.

Seluruh perwakilan jajaran birokrasi dari kabupaten dan kota yang hadir menyatakan menerima secara bulat hasil ketetapan data LPTQ tanpa adanya nota keberatan.

Konsensus bersama ini diperkuat lewat prosesi penandatanganan berita acara resmi oleh perwakilan utusan daerah sebagai garansi sportivitas.

Pada penghujung acara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melayangkan apresiasi tinggi atas besarnya political will dan sokongan anggaran dari Pemerintah Provinsi Riau dalam mengawal kelancaran syiar Quran ini.

Suksesnya konsolidasi di Pekanbaru diharapkan menjadi modal sosial yang kuat bagi Kabupaten Kuansing untuk bertindak sebagai tuan rumah yang ramah, aman, dan sukses dalam penyelenggaraan MTQ Riau 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *