BATAM, Radarsatu.com — Pemanfaatan instrumen digital seni audio-visual dinilai menjadi terobosan paling efektif untuk menginjeksikan kembali nilai-nilai patriotisme dan ketahanan ideologi di kalangan generasi muda urban.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam sukses merampungkan pergelaran Lomba Film Pendek Bertema “Wawasan Kebangsaan” Tingkat Perguruan Tinggi Tahun 2026.
Momentum puncak yang diisi dengan agenda pemutaran karya sekaligus pengumuman jajaran pemenang tersebut diselenggarakan secara khidmat di Hotel Aston, Pelita, Kecamatan Lubukbaja, pada Jumat, 22 Mei 2026.
Otoritas penyelenggara mendesain kompetisi ini sebagai wadah apresiasi makro dan ruang inkubasi kreatif bagi mahasiswa di Kota Batam agar mampu memproduksi konten edukatif yang bermutu sekaligus bertanggung jawab di ruang siber.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung, menjelaskan bahwa program ini sengaja digulirkan untuk merangsang nalar kritis dan imajinasi positif kaum intelektual muda dalam menerjemahkan konsepsi bela negara ke dalam jepretan lensa modern.
Output dari sinema pendek ini diproyeksikan menjadi media kampanye digital yang segar bagi masyarakat luas, sekaligus berfungsi sebagai parameter evaluasi bagi Kesbangpol dalam memetakan strategi penguatan ideologi kebangsaan di Batam.
Ajang kompetisi film amatir ini diikuti oleh sembilan karya sinematografi terbaik dengan melibatkan 41 peserta aktif dari rupa-rupa kampus se-Kota Batam, di mana tiap delegasi dibatasi beranggotakan tiga hingga lima orang.
Seluruh pembiayaan operasional kegiatan ini disokong penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Tahun 2026.
Guna menjamin independensi, objektivitas, serta kualitas penilaian karya, pihak panitia menghadirkan dewan juri lintas sektor yang memiliki kapabilitas tinggi di bidangnya.
Komposisi juri tersebut meliputi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam Rudi Panjaitan, akademisi Meuthia Ramadhani Archam, budayawan Samson Rambah Pasir, serta praktisi perfilman dan konten kreator Alfredo Sihombing.
Berdasarkan hasil kurasi yang ketat dan alot, dewan juri memutuskan Laws Team dengan karya filmnya sebagai peraih Juara Pertama dan berhak membawa pulang hadiah uang tunai senilai Rp5 juta.
Sementara itu, posisi Juara Kedua diamankan oleh tim Unrika Marwah lewat film berjudul “Tepi Selat” dengan hadiah Rp4 juta, disusul oleh Mednation Team dengan sinema “Di Balik Sunyi” sebagai Juara Ketiga yang memperoleh dana pembinaan Rp3 juta.
Menutup rangkaian seremoni, Kaban Kesbangpol Riama Manurung melayangkan apresiasi tinggi dan rasa bangga kepada seluruh sineas kampus yang telah mencurahkan energi kreatifnya dalam menyukseskan pergelaran ini.
Manajemen Pemko Batam menaruh harapan besar agar pesan-pesan nasionalisme, kerukunan multietnis, dan cinta tanah air yang tersirat dalam film-film juara tersebut dapat diamplifikasi secara masif melalui berbagai platform media sosial.
Langkah penyebaran konten positif ini diyakini mampu memantik api bela negara yang lebih kuat bagi generasi muda, sekaligus memperkokoh kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Batam sebagai gerbang strategis pariwisata dan investasi nasional.



