Salat Jumat di Masjid Raya Sultan Riau, Wagub Nyanyang Pererat Silaturahmi di Pulau Penyengat

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Jumat (29/5/2026).F-Diskominfo Kepri

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com — Penguatan jalinan komunikasi emosional dan pendekatan humanis antara pimpinan daerah dengan masyarakat akar rumput terus diintensifkan di wilayah pusat peradaban cagar budaya.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, dengan didampingi oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, melaksanakan kunjungan religi sekaligus menunaikan ibadah Salat Jumat berjamaah di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, pada Jumat, 29 Mei 2026.

Agenda kunjungan kerja ini berjalan khidmat di tengah suasana kekeluargaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, yang dimanfaatkan secara optimal oleh orang nomor dua di Kepri tersebut untuk merajut tali silaturahmi serta berdialog langsung guna menyerap aspirasi warga yang bermukim di pulau bersejarah tersebut.

Seusai melaksanakan kewajiban ibadah Salat Jumat berjamaah di dalam masjid yang berkubah kuning telur tersebut, Wagub Nyanyang Haris Pratamura menyapa saf-saf jemaah, para tokoh agama, tokoh adat, serta membagikan paket kebahagiaan melalui program sosial bertajuk Jumat Berkah kepada masyarakat sekitar.

Dalam pemaparan rohaninya, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa Pulau Penyengat memiliki kedudukan geopolitik kebudayaan yang sangat sentral dan sakral bagi Provinsi Kepri, mengingat wilayah ini merupakan episentrum dari benteng pertahanan peradaban Melayu sekaligus tempat lahir dan berkembangnya bahasa pemersatu, yakni bahasa Indonesia.

Oleh karena itu, komitmen pelestarian fisik bangunan bersejarah maupun nilai spiritualitasnya wajib dijaga secara bergotong royong lintas generasi.

Lebih lanjut, mantan legislator ini turut menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengobarkan api semangat kebersamaan dan merawat kepedulian sosial, terlebih momentum Iduladha masih melekat kuat di tengah sanubari umat.

Esensi utama dari hari raya kurban yang mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan suci, dan keteguhan persaudaraan diharapkan tidak luntur pasca-pemotongan hewan kurban, melainkan bertransformasi menjadi modal sosial dalam mendukung program-program pembangunan daerah.

Melalui aksi berbagi pangan dalam Jumat Berkah, jajaran eksekutif Provinsi Kepri berkomitmen untuk selalu hadir di tengah-tengah problematik warga guna memperkecil jarak pemisah antara birokrasi dan rakyat.

Atmosfer kehangatan dan keakraban yang kental sangat terasa di pelataran halaman situs warisan dunia tersebut ketika Wagub Nyanyang terlibat dalam obrolan santai dan diskusi interaktif bersama para orang tua, pengurus masjid, dan pemuda tempatan.

Kehadiran langsung unsur pimpinan Kepri ini dinilai memberikan suntikan moral positif bagi warga Pulau Penyengat dalam menjaga kondusivitas wilayah wisata religi, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pembenahan serta penataan infrastruktur pariwisata di Pulau Penyengat akan tetap menjadi prioritas strategis demi mendongkrak kesejahteraan ekonomi makro masyarakat pesisir di Kota Tanjungpinang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *