PEKANBARU, Radarsatu.com — Korps baju cokelat di Bumi Lancang Kuning menunjukkan aksi filantropi yang masif guna menyentuh lapisan masyarakat paling bawah di hari raya keagamaan.
Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau memanfaatkan momentum suci Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah untuk berbagi kebahagiaan dengan menyembelih dan menyalurkan total 195 ekor hewan kurban.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, skema rantai distribusi logistik paket daging kurban kali ini didesain secara taktis agar mampu menembus batas geografis dan menjangkau masyarakat prasejahtera yang berada di kawasan pelosok, pulau terluar, serta desa-desa terjauh di seluruh wilayah Provinsi Riau pada Rabu, 27 Mei 2026.
Ratusan hewan ternak yang berhasil dihimpun dari kesadaran religius personel kepolisian tersebut terdiri atas 149 ekor sapi dan 46 ekor kambing berbobot prima.
Secara terperinci, keluarga besar Markas Besar Polda Riau menyumbangkan 49 ekor sapi dan 8 ekor kambing, sedangkan sisa logistik lainnya sebanyak 100 ekor sapi serta 38 ekor kambing merupakan bentuk kontribusi aktif dan sinergi dari seluruh Kepolisian Resor (Polres) jajaran se-Riau.
Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan komunal terasa kental sejak pagi hari di area halaman Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, di mana prosesi pemotongan langsung dikebut sesaat setelah para personel merampungkan ibadah Salat Iduladha bersama warga sekitar.
Mewakili Kapolda Riau yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekah, Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, turun langsung memantau jalannya kegiatan didampingi jajaran pejabat utama.
Jenderal bintang satu tersebut menegaskan bahwa esensi ibadah kurban tahun ini merupakan wujud konkret dari nilai keikhlasan, pengorbanan, serta empati horizontal korps kepolisian terhadap kondisi ekonomi vertikal masyarakat.
Polda Riau sengaja menggeser orientasi pembagian agar tidak hanya berfokus atau menumpuk di pusat perkotaan saja, melainkan digerakkan melalui instrumen unit fungsional Bhabinkamtibmas untuk diantarkan langsung dari pintu ke pintu (door-to-door) ke wilayah pedalaman yang jarang tersentuh stimulan bantuan pangan hewani.
Apresiasi tinggi juga dilayangkan pihak pimpinan kepada seluruh panitia kurban dan jajaran polres jajaran yang telah bekerja keras menyusun manajemen pemotongan secara matang.
Wakapolda Riau menitipkan pesan penting agar seluruh tata cara penanganan daging, sejak penyembelihan hingga pembungkusan, wajib mematuhi koridor syariat Islam serta mempertahankan aspek higienitas dan kesehatan pangan.
Melalui momentum Lebaran Kurban ini, keteladanan mulia Nabi Ibrahim AS diharapkan mampu melekat erat di dalam sanubari setiap personel Polri di Riau, sehingga dapat bertransformasi menjadi energi positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang tulus kepada masyarakat luas.



