Tiga Pesan Pengorbanan dan Kesabaran Menggema di Masjid Besar Al Uswah saat Idul Adha 1447 H

Ratusan jemaah memadati Masjid Besar Al Uswah untuk melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha 1447 Hijriah.F-Radarsatu.com

TANJUNGPINANG, Radarsatu com – Ratusan jemaah memadati Masjid Besar Al Uswah untuk melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha 1447 Hijriah. Prosesi ibadah tahunan ini berlangsung khusyuk, diawali dengan sambutan dari Plt Ketua DKM Masjid Besar Al Uswah, Thamrin Dahlan. Selepas sambutan, jemaah mendirikan sholat Id berjamaah yang diimami oleh Ustadz Abdul Rahman, S.Ag.

Suasana religius semakin kental saat Ust. Rizha Al Hafidz, S.Pdi, M.Pd. naik ke atas mimbar sebagai khotib. Dalam khutbahnya, Ust. Rizha mengingatkan umat Islam untuk terus merangkai agenda ketaatan kepada Allah SWT hingga akhir hayat.

“Idul Adha mengingatkan kita pada dua amalan yang sangat besar nilainya di hadapan Allah, yaitu ibadah haji dan berqurban,” ujar Ust. Rizha di hadapan para jemaah.

Beliau menjelaskan bahwa ibadah haji memiliki keutamaan yang luar biasa karena menuntut dua pengorbanan besar dari seorang hamba, yakni pengorbanan harta dan jasa fisik yang melelahkan. Begitu pula dengan ibadah qurban yang mencerminkan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menaati perintah pencipta-Nya.

Secara mendalam, Ust. Rizha membedah tiga pelajaran (hikmah) utama dari momentum Idul Adha:

1. Perjuangan Mensyiarkan Agama Allah

Hikmah pertama lahir dari sejarah awal mula ibadah haji. Ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk mengumumkan ibadah haji kepada umat manusia, Nabi Ibrahim sempat merasa bingung dan pesimis suaranya tidak akan terdengar ke seluruh penjuru dunia. Namun, Allah meyakinkannya untuk tetap mengumumkan hal tersebut.

Nabi Ibrahim pun naik ke Bukit Safa dan menyerukan perintah haji. Berkat kuasa Allah, ikhtiar yang secara logika mustahil tersebut justru dipermudah hingga gaungnya menggetarkan Masjidil Haram dan sampai ke telinga umat Islam saat ini.

“Ibrah bagi kita adalah pentingnya mensyiarkan agama dengan apa pun yang kita miliki. Derajat tertinggi orang yang berjuang adalah mereka yang mengorbankan diri, harta, tenaga, dan umur untuk meninggikan kalimat Allah,” tegasnya.

2. Konsistensi dalam Berikhtiar dan Tawakal

Pelajaran kedua diambil dari makna ibadah Sa’i, yang merekam jejak perjuangan Ibunda Hajar saat mencari air untuk bayinya, Nabi Ismail AS. Dalam kondisi serba terbatas di tengah gurun, Ibunda Hajar terus berlari bolak-balik dari Bukit Safa ke Marwah tanpa putus asa.

Keteguhan dan kepasrahan total (tawakal) tersebut akhirnya dijawab oleh Allah SWT dengan mengalirkan mata air Zamzam yang berkahnya terus dinikmati hingga hari ini. Ust. Rizha berpesan agar umat Islam tidak pernah menyerah dalam menghadapi ujian hidup saat ini, yang jalannya tidak seberat perjuangan Ibunda Hajar. Beliau mengingatkan untuk terus beramal, berikhtiar, dan berserah diri kepada Allah.

3. Ujian Kesabaran dalam Ketaatan

Pelajaran ketiga fokus pada keteladanan ibadah qurban. Ust. Rizha menekankan bahwa beramal shaleh membutuhkan kesabaran yang ekstra. Ia mencontohkan bagaimana beratnya rasa lelah saat harus sholat ke masjid sepulang kerja, atau menahan kantuk saat mengaji Al-Qur’an.

Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah memberikan standar tertinggi dalam hal kesabaran beribadah. Ketika Nabi Ibrahim menyampaikan wahyu lewat mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail menjawab dengan penuh kepatuhan yang diabadikan dalam QS Ash-Shaffat ayat 102:

“Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Di akhir khutbah, Ust. Rizha mengingatkan bahwa surga Allah tidak didapatkan secara cuma-cuma, melainkan melalui proses perjuangan dan ujian, sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 214:

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?”

Rangkaian ibadah Sholat Idul Adha 1447 H di Masjid Besar Al Uswah ini pun ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan umat.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *