TEMBILAHAN, Radarsatu.com – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok mendekati Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Guna merumuskan langkah taktis tersebut, Pemkab Inhil menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Bapperida Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (18/5/2026).
Rapat koordinasi tingkat tinggi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Indragiri Hilir, Herman. Agenda strategis ini turut dikawal oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Inhil, unsur Forkopimda, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Inhil.
Dalam pemaparan komparatif mengenai perkembangan inflasi Kota Tembilahan sepanjang tahun 2026, tercatat grafik inflasi tahunan (year on year/y-on-y) bergerak fluktuatif. Pada Januari 2026 inflasi berada di angka 6,38 persen, Februari melonjak ke 7,34 persen, Maret melandai di 4,73 persen, dan April sukses ditekan ke posisi 3,61 persen.
Meskipun secara bulanan (month to month/m-to-m) pada April 2026 Kota Tembilahan mencatatkan deflasi sebesar 0,10 persen dengan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar 0,77 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) di level 113,32, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Berdasarkan tabulasi data lintas daerah di Provinsi Riau, Tembilahan terpantau masih menempati posisi sebagai daerah dengan tingkat inflasi year on year tertinggi se-Provinsi Riau pada April 2026.
Daging Ayam Ras dan Emas Jadi Penyumbang Utama
Berdasarkan analisis sektoral dari instansi terkait, klaster komoditas yang menjadi motor penggerak utama inflasi di Inhil didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Di lini ini, komoditas daging ayam ras menjadi penyumbang andil paling signifikan. Selain itu, pergerakan inflasi juga dipicu oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, khususnya komoditas emas perhiasan.
Merespons dinamika pasar tersebut, Pemkab Inhil telah menelurkan sejumlah instrumen kebijakan konkret. Di antaranya memassifkan intervensi pasar melalui operasi pasar murah di berbagai wilayah kecamatan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional, hingga memperketat pengawasan jalur distribusi minyak goreng serta bahan pangan esensial lainnya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Stabilitas Ekonomi
Bupati Indragiri Hilir, Herman, menegaskan bahwa penjinakan laju inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama terintegrasi dan berkesinambungan antara pemerintah daerah, instansi vertikal, lembaga penegak hukum, serta para pelaku usaha.
“Pemerintah daerah berkomitmen penuh dan terus berupaya menjaga kestabilan harga serta mengamankan daya beli masyarakat, khususnya menjelang momentum Idul Adha 1447 Hijriah. Kita harus memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara baik dengan harga yang terjangkau,” tegas Bupati Herman.
Melalui pelaksanaan High Level Meeting ini, akselerasi program kerja TPID Kabupaten Indragiri Hilir diharapkan berjalan semakin optimal. Muaranya adalah terciptanya iklim makro ekonomi daerah yang stabil, rantai pasok yang sehat, serta terjaganya kesejahteraan sosial masyarakat di Bumi Sri Gemilang.



