Inflasi Tanjungpinang April 2026 Terkendali di Angka 0,38 Persen, Sektor Transportasi Jadi Pemicu

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza.F-Diskominfo Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terus mematangkan strategi pengendalian harga guna menjaga daya beli masyarakat. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemko membedah rapor inflasi terkini dan menyiapkan langkah antisipatif lintas sektor, Rabu (13/5/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, didampingi Sekretaris Daerah, Zulhidayat. Berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang, tercatat inflasi bulanan (month to month) pada April 2026 berada di angka 0,38 persen.

Kepala BPS Tanjungpinang, Yulia Tri Mardani, menjelaskan bahwa meskipun angka tersebut masih di bawah inflasi Provinsi Kepri (0,43%), namun sedikit melampaui angka nasional yang berada di level 0,13%.

“Penyumbang inflasi tertinggi pada April 2026 berasal dari kelompok transportasi dengan kenaikan signifikan sebesar 2,21 persen. Namun, stabilitas tetap terjaga berkat adanya deflasi di kelompok pakaian, alas kaki, serta jasa keuangan,” papar Yulia.

Instruksi Pengawasan Distribusi dan Operasi Pasar

Merespons data tersebut, Wakil Wali Kota Raja Ariza menegaskan agar TPID tidak lengah. Ia menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk memperketat pengawasan jalur distribusi barang kebutuhan pokok agar pasokan di pasar tetap aman.

“Kita harus tetap waspada, khususnya pada sektor transportasi dan harga pangan. Saya minta operasi pasar dan pemantauan harga rutin terus diperkuat. Jangan sampai ada kendala distribusi yang memicu lonjakan harga di tingkat konsumen,” tegas Raja Ariza.

Selain aspek distribusi, Raja Ariza juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan kepabeanan dan pengelolaan keuangan daerah yang efektif untuk mendukung kelancaran arus barang masuk ke Tanjungpinang.

Penerapan Strategi 4K

Dalam rapat tersebut, TPID Tanjungpinang sepakat mengadopsi strategi 4K yang direkomendasikan oleh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah:

  1. Keterjangkauan Harga: Melalui operasi pasar murah secara berkala.

  2. Ketersediaan Pasokan: Meningkatkan produktivitas pangan lokal.

  3. Kelancaran Distribusi: Memperkuat kerja sama antar daerah penghasil.

  4. Komunikasi Efektif: Penguatan koordinasi lintas sektor dan sosialisasi kepada masyarakat.

Melalui sinergi berkelanjutan ini, Pemko Tanjungpinang berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan dinamika ekonomi tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *