Keterlibatan Mahasiswa dalam Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepri 1999-2002 Tidak Boleh Dilupakan

Yayasan BP3KR dan Tim Penulisan Buku Sejarah Pembentukan Provinsi Kepri meminta informasi dari mahasiswa yang terlibat dalam pergerakan dan peristiwa pembentukan Provinsi Kepri 1999-2002.F-Radarsatu.com

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Yayasan Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) pada tahun 2026 ini, menggesa selesainya penulisan buku Sejarah Terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau, buku tersebut rencananya baru akan di launching sempena peringatan Hari Marwah ke 25 pada tahun 2027 mendatang.

Sekretaris Yayasan BP3KR, Sudirman Almoen mengatakan, BP3KR pada tahun ini fokus menyiapkan penulisan buku, dimana prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu selama setahun lebih.

“Sejalan dengan peresmian gedung BP3KR ini yang merupakan simbol perjuangan kita, maka penulisan buku sejarah pembentukan provinsi kepri akan dilaunching pada tahun depan,” ujarnya pada Selasa (12/05) siang.

Sudirman juga menjelaskan, Yayasan BP3KR melalui Tim Penulis Buku pada hari itu mengundang seluruh Koordinator/ Perwakilan mahasiswa Kepri yang berkuliah di sejumlah Kota, diantaranya Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan termasuk Tanjungpinang sendiri.

Tujuannya guna menggali langsung informasi dari para mahasiswa yang merupakan saksi sejarah terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau khususnya dalam rentang waktu 1999-2002.

“Kita meminta teman-teman hadir di Sekretariat BP3KR ini menyampaikan sekilas berdasarkan peristiwa yang mereka ingat dan menceritakan ulang kepada Tim Penulis Buku,” ungkapnya.

Selain mendata ulang identitas diri, Tim Penulis buku yang diketuai Prof. Abdul Malik dengan Sekretaris Zamzami A Karim serta 3 Anggota Tim juga meminta keterangan keterlibatan sejarah dan peran aktif mahasiswa, dalam proses pembentukan provinsi kepri, maupun dalam pergerakan atau peristiwa dalam proses pembentukan provinsi kepri.

Ketua Yayasan BP3KR Huzrin Hood mengatakan, mahasiswa memiliki peran krusial dalam sejarah perjuangan BP3KR, khususnya dalam pergerakan dan penyebaran aspirasi.

“Mahasiswa Kepri yang berkuliah di era awal 2000 sebagai penggerak perjuangan, yang ikut berjuang bersama tokoh-tokoh BP3KR. Untuk itulah dalam sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepri, keterlibatan mahasiswa pada masa itu tidak boleh dilupakan,” jelasnya.

Huzrin melanjutkan, bahwa pertemuan itu dilakukan dalam rangka mencari data informasi dari para mahasiswa yang berjuang, di sejumlah kota, di Tanjungpinang, Jakarta, Pekanbaru dan lainnya.

“Kita akui pengorbanan kawan-kawan seperti Han yang berada di pulau tidak ikut menikmati kue pembangunan,” ungkap Huzrin.

Huzrin juga mengatakan, Yayasan BP3KR sebagai lembaga yang menaungi seluruh tokoh pejuang/ pendiri Kepri, akan menyurati Gubernur Kepri, agar menjadikan hari Marwah 15 Mei sebagai peringatan hari bersejarah bagi masyarakat Kepri.

“Hari Marwah sebagai tonggak yang menandai harga diri, martabat, dan perjuangan masyarakat Kepulauan Riau dalam mendeklarasikan pembentukan Provinsi Kepri,” tandasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *