PEKANBARU, Radarsatu.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau bergerak cepat mengoptimalkan kuota Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026. Melalui surat resmi Nomor 4/DISDIK/2026, Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya, menginstruksikan seluruh Kepala SMA dan SMK di Riau untuk mempercepat sosialisasi program tersebut kepada siswa.
Program yang didanai penuh oleh negara ini merupakan peluang besar bagi putra-putri Riau, mengingat posisi provinsi ini sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia.
Pendampingan Administrasi di Sekolah
Erisman menekankan bahwa sekolah memiliki peran krusial dalam keberhasilan siswa menembus seleksi beasiswa. Ia meminta pihak sekolah tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga aktif melakukan pendampingan dalam melengkapi dokumen administrasi.
“Kami berharap sekolah aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan bagi siswa kelas XII maupun alumni. Jangan sampai ada kendala administrasi yang membuat siswa kita kehilangan kesempatan kuliah gratis ini,” ujar Erisman Yahya.
Sasaran Penerima dan Persyaratan
Berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Perkebunan Nomor 43 Tahun 2026, beasiswa ini ditujukan bagi:
-
Pekebun dan keluarga pekebun (anak/suami/istri).
-
Karyawan/pekerja pada usaha perkebunan kelapa sawit.
-
Keluarga karyawan/pekerja perkebunan kelapa sawit.
-
Pengurus/anggota kelembagaan pekebun sawit.
-
ASN dan penyuluh yang bertugas di bidang kelapa sawit.
Calon peserta diwajibkan melengkapi dokumen dasar seperti KTP, KK, ijazah/SKL, serta dokumen khusus sesuai jalur yang dipilih, seperti legalitas lahan bagi keluarga petani atau surat keterangan kerja bagi keluarga karyawan perusahaan sawit.
Komitmen Membangun SDM Riau
Selain biaya pendidikan penuh, program ini bertujuan mencetak tenaga profesional yang siap membangun industri sawit nasional. Peserta nantinya diwajibkan membuat surat pernyataan kesediaan berkontribusi di sektor kelapa sawit setelah menyelesaikan pendidikan.
“Riau selama ini menjadi salah satu penerima manfaat terbesar. Tahun 2026 ini, kami ingin jumlah tersebut terus meningkat agar SDM lokal kita semakin kompeten mengelola potensi perkebunan di daerahnya sendiri,” pungkas Erisman.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi Beasiswa SDM Sawit dengan mengikuti petunjuk teknis dari Kementerian Pertanian RI.



