Perkuat Pertahanan Digital, Pemprov Kepri Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS)

Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Provinsi Kepri Sardison, didampingi Kadis Kominfo Kepri Hendri Kurniadi dalam kegiatan Asistensi Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Insiden Siber Tahun 2026 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Rabu (6/5/2026).F-Diskominfo Kepri

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan digitalnya melalui pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS). Langkah strategis ini diawali dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Insiden Siber Tahun 2026 yang digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Mei 2026.

Solusi Menghadapi Ancaman Siber Global
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Provinsi Kepri, Sardison, saat membuka acara menyatakan bahwa kehadiran TTIS adalah kebutuhan mendesak di tengah transformasi pemerintahan berbasis digital. Ancaman siber yang kian kompleks berpotensi mengganggu stabilitas pelayanan publik.

“Keberadaan TTIS diharapkan mampu menjadi solusi dalam mendeteksi dan menangani berbagai potensi insiden siber yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Gerak cepat, antisipatif, serta kemampuan pemulihan sistem adalah kunci keamanan data pemerintahan,” tegas Sardison.

Rapor Penanganan Insiden Siber Kepri 2026
Kepala Diskominfo Kepri, Hendri Kurniadi, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026, pihaknya bersama tim teknis telah berhasil menangani delapan insiden siber pada sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di lingkungan Pemprov Kepri.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan koordinasi dan kapasitas SDM. Kami ingin memastikan keamanan data terjaga melalui penanganan yang cepat dan tepat jika terjadi gangguan pada sistem TIK pemerintahan,” ujar Hendri.

Sinergi Program Nasional
Mewakili Direktur BSSN, Andri Pancoro, memberikan apresiasi atas inisiatif Pemprov Kepri. Menurutnya, pembentukan TTIS di daerah merupakan bagian integral dari program ketahanan siber nasional.

“Penanganan insiden siber adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap melalui simulasi dan praktik langsung dalam bimtek ini, tercipta ekosistem keamanan siber yang tangguh untuk mendukung pelayanan publik di Kepri,” jelas Andri.

Bimtek ini diikuti oleh personel TTIS dari Diskominfo Provinsi serta kabupaten/kota se-Kepulauan Riau, baik secara luring maupun daring. Selain materi teori, para peserta juga dibekali simulasi penanganan serangan siber secara real-time untuk mengasah kemampuan teknis di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *