PEKANBARU, Radarsatu.com – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, mendorong percepatan transformasi pengelolaan sampah di Provinsi Riau. Fokus utama kini diarahkan pada pemanfaatan teknologi penangkapan gas metana (methane capture) dan Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai sumber energi alternatif.
Langkah ini diambil untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus memberikan nilai ekonomis dari sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan.
“Ini inisiasi yang bagus agar bisa berproses dalam waktu singkat. Sampah plastik nanti sebagian bisa di-reuse dan sebagian dijadikan energi melalui RDF. Kita akan segera duduk bareng untuk merealisasikan hal ini,” ujar Menteri Jumhur, Selasa (5/5/2026).
Revitalisasi TPA Muara Fajar II
Salah satu titik krusial dalam pembenahan ini adalah TPA Muara Fajar II. Menteri Jumhur menegaskan bahwa metode pembuangan terbuka (open dumping) yang selama ini diterapkan akan ditinggalkan secara bertahap sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Sebagai gantinya, pembangunan fasilitas methane capture di lokasi tersebut akan didukung penuh. Teknologi ini tidak hanya mengurangi polusi udara, tetapi juga berpotensi menghasilkan gas yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat atau industri.
Solusi RDF: Sampah Menjadi Pelet Bahan Bakar
Selain gas metana, penerapan teknologi RDF menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada lahan TPA. Melalui proses mekanis, sampah yang telah dipilah akan diolah menjadi pelet RDF berkalor tinggi. Pelet ini nantinya berfungsi sebagai substitusi bahan bakar fosil pada sektor pembangkit listrik maupun industri manufaktur.
Berdasarkan data, timbulan sampah di Provinsi Riau mencapai 3.818 ton per hari, namun baru 16 persen yang terkelola secara optimal. Mirisnya, sekitar 75 persen TPA di wilayah ini masih menggunakan sistem open dumping.
Komitmen Keberlanjutan
Menteri Jumhur menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama untuk meningkatkan kualitas hidup. KLH/BPLH berkomitmen mendampingi Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat kapasitas teknis menuju sistem pengelolaan sampah yang modern, sirkular, dan berkelanjutan.
“Kita harus mendukung semua upaya ini agar kita tidak lagi terganggu oleh masalah sampah. Pengelolaan yang baik adalah kunci masyarakat yang sehat,” pungkasnya.



