TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang secara resmi mengatur skema ekspansi ritel modern nasional di wilayahnya. Langkah ini diambil guna memastikan kehadiran investasi besar tetap berpihak pada keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penyerapan tenaga kerja lokal.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengungkapkan bahwa rencana ini telah melalui proses kajian mendalam selama satu tahun. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara modernisasi ekonomi dan eksistensi usaha tradisional masyarakat tempatan.
Syarat Ketat: Tenaga Kerja Lokal dan Pembinaan UMKM
Wali Kota Lis menegaskan bahwa investasi ritel nasional, termasuk Indomaret, wajib mematuhi sejumlah persyaratan khusus yang diajukan pemerintah daerah. Salah satu poin utamanya adalah komitmen perekrutan tenaga kerja yang diprioritaskan 100 persen bagi warga lokal.
“Yang kita jaga adalah bagaimana usaha kecil tetap berjalan, kios-kios tetap hidup, dan masyarakat mendapat manfaat langsung. Ritel nasional juga wajib terlibat dalam pembinaan UMKM dan IKM agar produk lokal bisa menembus standar nasional,” ujar Lis saat berdialog di RRI Tanjungpinang, Selasa (5/5/2026).
Rencana ekspansi ini akan dilakukan secara bertahap dengan total 25 gerai. Untuk tahap awal, sebanyak tiga gerai dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni mendatang.
Dorongan Ekonomi dan Tantangan Pengawasan
Kehadiran ritel modern ini turut mendapat tanggapan positif dari akademisi. Pengamat Ekonomi STIE Pembangunan Tanjungpinang, Satriadi, menilai investasi ini dapat memicu perputaran ekonomi daerah dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“Investasi ritel ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi dan meningkatkan pendapatan daerah. Selain itu, pelaku usaha lokal berpeluang belajar mengenai standar pelayanan dan pengelolaan usaha yang lebih profesional,” jelas Satriadi.
Meski demikian, Satriadi mengingatkan pentingnya fungsi pengawasan dari pemerintah kota. Ia menekankan bahwa pengaturan zonasi dan realisasi komitmen tenaga kerja harus dipantau ketat di lapangan agar tidak mematikan usaha kecil yang sudah ada.



