Antisipasi Kemarau 2026, Bupati Inhil Herman Instruksikan Penguatan Sinergi Cegah Karhutla

TEMBILAHAN, Radarsatu.com – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) memperketat langkah antisipasi terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjelang musim kemarau tahun 2026. Langkah ini diambil menyusul terbitnya Instruksi Gubernur Riau Nomor 1513/300.2.3/BPBPDK/2026 terkait kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan.

Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, menegaskan bahwa persoalan karhutla adalah isu nasional yang memerlukan penanganan serius dan kolektif. Ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dapat memicu munculnya titik panas (hotspot) hanya dalam hitungan hari.

“Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan. Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan kerugian besar bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat luas,” tegas Bupati Herman dalam arahannya.

Instruksi bagi Kecamatan, Desa, dan Perusahaan

Sebagai bentuk mitigasi, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat kecamatan hingga desa untuk masif melakukan pengawasan dan edukasi kepada warga. Tak hanya itu, sektor swasta juga mendapat sorotan tajam.

Bupati meminta perusahaan perkebunan dan pemegang izin Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk tidak hanya menjaga area konsesi mereka, tetapi juga aktif memberikan dukungan jika terjadi kebakaran di wilayah sekitar perusahaan.

Status Siaga Darurat hingga November

Keseriusan Pemkab Inhil ditandai dengan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla melalui Surat Keputusan Bupati Nomor Kpts.140/II/HK-2026. Status ini berlaku sejak 13 Februari hingga 30 November 2026 mendatang.

Beberapa langkah strategis yang kini dijalankan meliputi:

  • Mobilisasi Sumber Daya: Optimalisasi personel dan alat pemadam di titik rawan.

  • Perlindungan Masyarakat: Menyiapkan langkah antisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan.

  • Optimalisasi Pengawasan: Pengetatan izin dan aktivitas yang berpotensi memicu api.

  • Pelaporan Berkala: Sistem pelaporan cepat perkembangan kondisi lapangan ke tingkat provinsi.

BPBD Perkuat Patroli Gabungan

Kepala Pelaksana BPBD Inhil, R. Arliansah, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel dan sarana pendukung secara penuh. Koordinasi intensif dengan TNI, Polri, dan Manggala Agni terus diperkuat untuk mendeteksi dini hotspot.

“Kami terus meningkatkan frekuensi patroli di lapangan. Kami mengimbau masyarakat dengan sangat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, segera lapor agar bisa kami tangani sebelum meluas,” imbau Arliansah.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, swasta, dan masyarakat, Indragiri Hilir diharapkan mampu melewati musim kemarau 2026 dengan aman tanpa gangguan kabut asap yang merugikan.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *