Reses di Tanjung Piayu Laut, Wahyu Wahyudin Serap Aspirasi Mulai dari Air Bersih hingga Alat Tangkap Nelayan

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin, menggelar kegiatan reses masa persidangan di kawasan Tanjung Piayu Laut, Kota Batam, Senin (27/4/2026).F-Istimewa

BATAM, Radarsatu.com – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin, menggelar kegiatan reses masa persidangan di kawasan Tanjung Piayu Laut, Kota Batam, Senin (27/4/2026). Kehadiran legislator dua periode ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang selama ini belum tersentuh pembangunan maksimal.

Dalam pertemuan tersebut, persoalan kebutuhan dasar menjadi sorotan utama. Wira Sutanti, salah seorang warga, mengeluhkan sulitnya akses air bersih serta minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mengancam keamanan warga saat malam hari.

“Kami meminta kepada Pemprov Kepri dan Pemko Batam melalui Pak Wahyu untuk memastikan ketersediaan air bersih dan lampu jalan di wilayah kami,” ujar Wira. Selain kebutuhan infrastruktur, ia juga mengharapkan bantuan pengadaan seragam bagi kelompok majelis taklim setempat.

Infrastruktur Pendidikan dan Kesejahteraan Nelayan

Aspirasi lain datang dari Azwan yang menyuarakan pentingnya program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Ia menyebut masih banyak hunian tidak layak huni di Tanjung Piayu Laut yang luput dari perhatian pemerintah.

“Sampai saat ini belum ada program pembenahan rumah. Kami juga sangat membutuhkan bantuan alat tangkap ikan bagi nelayan, pembangunan pagar lapangan voli, revitalisasi makam, hingga pembangunan gedung TK/PAUD agar anak-anak tidak perlu jauh-jauh sekolah ke Pancur,” papar Azwan.

Komitmen Advokasi di Tengah Efisiensi Anggaran

Menanggapi rentetan “belanja masalah” tersebut, Wahyu Wahyudin menegaskan komitmennya untuk membawa usulan warga ke tingkat provinsi maupun kota. Namun, ia juga memberikan pemahaman objektif mengenai kondisi fiskal daerah saat ini.

“Saya akan berupaya maksimal mengadvokasi harapan warga melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan. Namun, saya juga berharap warga memahami bahwa saat ini keuangan daerah tengah dalam tahap efisiensi anggaran yang cukup ketat,” jelas Wahyu.

Politisi yang dikenal vokal ini mengajak masyarakat untuk tetap aktif dan tidak bosan dalam mengusulkan program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan.

“Pintu saya selalu terbuka untuk usulan warga. Kita berharap sinergi ini terus terjaga agar setiap kebutuhan prioritas di Tanjung Piayu Laut bisa terakomodir secara bertahap,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *