Ayub Tinjau Lokasi Kompleks Bulog Anambas: Pastikan Lahan Clear and Clean Sebelum Pembangunan

Ketua Komisi II DPRD Anambas, Ayub.F-Istimewa

ANAMBAS, Radarsatu.com – Upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di wilayah Kepulauan Anambas kini memasuki babak baru. Ketua Komisi II DPRD Anambas, Ayub, memimpin langsung peninjauan lokasi calon lahan hibah untuk pembangunan kompleks Perum Bulog di Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Senin (26/4/2026).

Dalam peninjauan strategis tersebut, Ayub didampingi oleh anggota Komisi II Maryadi dan Marjohan, serta perwakilan BPKPD, UPT Pertanian, dan staf Kecamatan Jemaja Timur. Lokasi yang berada tepat di samping Kantor Camat Jemaja Timur ini dinilai memiliki posisi geografis yang sangat menguntungkan untuk basis operasional distribusi pangan di wilayah kepulauan.

Ayub menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memastikan status legalitas lahan benar-benar bersih (clear and clean) guna menghindari kendala di masa depan.

“Kami turun ke lapangan untuk memastikan lokasi ini tidak memiliki hambatan administratif maupun fisik. Jika semua sudah sesuai, kami akan segera menyerahkan berita acara serta dokumen NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) kepada pimpinan DPRD untuk mendapatkan persetujuan,” jelas Ayub.

Konsep Kompleks Bulog Terintegrasi

Rencana pembangunan ini tidak hanya terbatas pada gudang penyimpanan biasa. Ayub mengungkapkan bahwa kompleks tersebut dirancang sebagai sistem pangan terpadu yang komprehensif. Fasilitas yang akan dibangun meliputi:

  • Gudang penyimpanan beras modern.

  • Fasilitas penggilingan padi (rice milling).

  • Gudang mesin pengering beserta lantai jemur.

  • Perumahan dinas dan kantor operasional.

“Konsepnya terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir. Ini adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan sangat besar bagi kestabilan harga dan ketersediaan pangan di daerah,” tegasnya.

Pemicu Produktivitas Petani Lokal

Selain aspek distribusi, Ayub berharap keberadaan fasilitas modern ini menjadi stimulus bagi para petani lokal di Anambas. Dengan adanya sarana pengolahan dan penyimpanan yang memadai, kendala pascapanen yang selama ini dialami petani diharapkan dapat teratasi.

“Dengan sarana yang lengkap ini, kami ingin petani lebih percaya diri dan bersemangat meningkatkan hasil panennya. Ini adalah bentuk dukungan nyata kami terhadap program ketahanan pangan nasional di daerah,” tambahnya.

DPRD Anambas berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini, tidak hanya dari sisi infrastruktur fisik, tetapi juga melalui pendampingan kapasitas SDM petani agar kemandirian pangan di Kepulauan Anambas benar-benar terwujud dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *