Wali Kota Lis Darmansyah: UMKM Adalah Rantai Strategis Penggerak Ekonomi Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah foto bersama usai membuka Rapat Koordinasi Temu Pelaku UMKM di Hotel Alltrue, Rabu (22/4/2026).F-Diskominfo Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama stabilitas ekonomi daerah. Hal ini krusial mengingat pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang pada 2025 tercatat mencapai 3,31 persen di tengah struktur daerah yang minim sumber daya alam.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyatakan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran melalui perputaran ekonomi masyarakat yang dinamis.

“UMKM ini adalah rantai penting ekonomi kita. Jika sektor ini tumbuh, maka kemiskinan dan pengangguran secara otomatis akan ikut turun,” ujar Lis saat membuka Rapat Koordinasi Temu Pelaku UMKM di Hotel Alltrue, Rabu (22/4/2026).

Pemetaan Skala Usaha dan Intervensi Tepat Sasaran

Berdasarkan data terbaru, terdapat lebih dari 10.463 pelaku UMKM sektor kuliner di Tanjungpinang. Namun, Lis menyoroti pentingnya pemetaan yang lebih tajam untuk memastikan intervensi pemerintah, baik berupa modal maupun pelatihan, dapat tepat sasaran.

“Kita perlu memastikan mana pelaku usaha yang memiliki produk unggulan, mana yang sudah siap naik kelas, dan mana yang masih memerlukan penguatan modal awal. Penguatan tidak boleh berhenti di pelatihan saja, tapi harus terhubung ke pasar nasional,” tegasnya.

Hilirisasi Komoditas Lokal: Gonggong dan Ikan Pari

Dalam agenda tersebut, Lis juga mendorong pengembangan produk turunan dari potensi kelautan lokal, seperti ikan pari dan gonggong. Ia berencana membangun kolaborasi produksi bersama BUMN, perbankan, hingga UMKM luar daerah agar komoditas lokal tersebut memiliki nilai tambah dan menjadi cenderamata khas yang kompetitif.

Menanggapi hal itu, salah satu pelaku usaha, Urip dari Rumah Makan Pondok Spesial Sambal, berharap pemerintah dapat memfasilitasi teknologi mesin retort untuk sterilisasi. Teknologi ini memungkinkan produk sambal khas daerah bertahan hingga satu tahun tanpa bahan pengawet, sehingga siap untuk distribusi skala besar.

Membuka Gerbang Ekspor Digital

Sinergi lintas sektor juga ditunjukkan dengan kehadiran BNI Cabang Tanjungpinang yang memperkenalkan platform ekspor digital, Xpora. Pimpinan BNI Tanjungpinang, Landung Wiyoko, menjelaskan bahwa platform ini siap menjembatani UMKM lokal menuju pasar internasional seperti Korea dan China melalui proses business matching.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong UMKM naik kelas, sehingga ekonomi Tanjungpinang semakin maju,” kata Landung.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 perwakilan pelaku usaha dari berbagai sektor kreatif. Sebagai bentuk dukungan nyata, dilakukan juga penyerahan simbolis Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta sertifikat Halal bagi para pelaku usaha mikro di Tanjungpinang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *