Stok BBM Inhil Dipastikan Aman, Pertamina Dukung Percepatan Penyalur di Pelosok

Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, Tantawi Jauhari.F-Istimewa

TEMBILAHAN, Radarsatu.com – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan komitmennya untuk menuntaskan program strategis nasional BBM Satu Harga meskipun saat ini belum masuk dalam daftar implementasi 100% pada Tahap IV.

Berdasarkan surat BPH Migas No. T-138/MG.05/DBBM/2026 tertanggal 14 April 2026, Inhil masih berstatus “dalam proses” untuk memenuhi seluruh titik lokasi yang telah ditetapkan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Menanggapi evaluasi tersebut, Bupati Inhil melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, H. Tantawi Jauhari, menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi adalah karakteristik geografis wilayah Inhil yang didominasi perairan dan parit.

Kondisi ini memerlukan kajian teknis serta waktu pembangunan infrastruktur penyalur yang lebih lama dibandingkan dengan daerah daratan.

“Pemkab Inhil sangat serius mengawal program ini. Karakteristik wilayah kepulauan dan pesisir membuat aspek transportasi material, perizinan lahan, hingga keamanan penyalur menjadi perhatian utama kami. Namun, target kami seluruh titik Tahap IV bisa rampung 100% pada akhir tahun 2026,” ujar Tantawi Jauhari, Selasa (21/4/2026).

Saat ini, capaian implementasi BBM Satu Harga Tahap IV di Indragiri Hilir telah melampaui angka 65%. Titik-titik yang belum beroperasi sebagian besar sedang menunggu penyelesaian konstruksi fisik serta perizinan operasi dari BPH Migas.

Pemkab Inhil terus melakukan koordinasi intensif dengan BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga untuk mempercepat pembangunan penyalur maupun sub-penyalur di tingkat kecamatan dan desa.

Di sisi ketersediaan pasokan, Kepala Depot Pertamina Seberang Tembilahan, Fahrudi, memastikan stok BBM subsidi di wilayah Inhil berada dalam kondisi aman.

Dalam pertemuan di Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) baru-baru ini, Pertamina menjamin distribusi ke SPBU maupun penyalur BBM Satu Harga yang sudah ada tetap berjalan normal.

“Stok Pertalite dan Solar di Depot Tembilahan saat ini mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan. Kami akan terus mendukung Pemkab Inhil dalam kelancaran distribusi ke titik-titik baru yang akan segera beroperasi,” tegas Fahrudi.

Program BBM Satu Harga diharapkan menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan keadilan energi bagi masyarakat di wilayah pelosok. Dengan harga yang setara antara wilayah kota dan daerah terpencil, program ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di pelosok Kabupaten Indragiri Hilir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *