BATAM, Radarsatuc.om – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara tegas menyatakan bahwa kawasan Tanjung Banon kini tengah disiapkan sebagai titik pertumbuhan ekonomi baru yang akan terintegrasi langsung dengan ekosistem industri dan investasi di Kota Batam.
Pengembangan wilayah ini bukan sekadar program transmigrasi biasa, melainkan bagian integral dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City yang bertujuan memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik, pariwisata, dan perdagangan internasional.
Menurut Amsakar, perancangan kawasan Tanjung Banon telah diselaraskan dengan identitas Batam sebagai kawasan perdagangan bebas. Dalam pernyataannya pada Jumat (17/4/2026), ia menekankan bahwa pembangunan ini harus memberikan dampak ekonomi yang nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.
Pemerintah berkomitmen agar kehadiran investasi skala besar tidak meminggirkan warga lokal, melainkan menjadikan mereka sebagai pilar utama dalam ekosistem ekonomi inklusif yang sedang dibangun.
Kunci utama keberhasilan megaproyek ini terletak pada pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Amsakar menjelaskan bahwa transparansi dan partisipasi warga menjadi prioritas agar kebijakan yang diambil dapat diterima dengan baik tanpa memicu konflik di lapangan.
Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap progres pembangunan di kawasan strategis Rempang dan Galang tersebut.
Sebagai bentuk dukungan nyata bagi warga yang terlibat dalam program pengembangan ini, pemerintah telah menyiapkan berbagai stimulus kesejahteraan.
Fasilitas tersebut mencakup kepastian hak milik lahan seluas 500 meter persegi bagi tiap keluarga, penyediaan hunian yang layak, serta pemenuhan kebutuhan pokok pada fase awal transisi. Infrastruktur layanan publik juga akan dibangun secara terpadu guna memastikan aksesibilitas yang mudah bagi seluruh penghuni kawasan baru tersebut.
Menyadari karakteristik warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan, pemerintah telah menyiapkan strategi penguatan ekonomi spesifik. Untuk sektor perikanan, pembangunan dermaga oleh pemerintah pusat serta penyediaan SPBU khusus nelayan menjadi agenda prioritas guna menjamin kelancaran operasional melaut.
Sementara di sektor pertanian, kendala keterbatasan lahan akan disiasati melalui konsep food estate modern yang memungkinkan peningkatan produktivitas pangan secara berkelanjutan.
Amsakar optimistis bahwa dengan perencanaan yang matang dan pembangunan infrastruktur yang memadai, Tanjung Banon akan bertransformasi menjadi magnet investasi baru di Kepulauan Riau.
Ia berharap seluruh warga lokal mampu menangkap peluang ini dengan optimal sehingga tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya laju pembangunan daerah. Dengan sinergi yang kuat, Tanjung Banon diprediksi akan menjadi simbol baru kemajuan ekonomi Batam yang tetap berpijak pada pemberdayaan masyarakat lokal.



