BATAM, Radarsatu.com – Sosok Surya Paloh kembali menjadi perhatian publik menyusul pemberitaan Majalah Tempo yang dinilai tidak akurat dan cenderung menyudutkan, termasuk melalui karikatur yang merujuk pada laporan Tempo edisi Minggu (12/4/2026) lalu.
Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Dapil Kepulauan Riau, Randi Zulmariadi, menyayangkan penyajian karikatur tersebut. Ia menilai penggambaran terhadap Surya Paloh tidak mencerminkan kapasitasnya sebagai tokoh yang selama ini dikenal mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Beliau adalah negarawan yang konsisten memperjuangkan gagasan besar untuk bangsa. Sangat disayangkan jika disederhanakan dalam narasi maupun visual yang tidak utuh,” ujar Randi, Selasa (14/4/2026).
Terkait isu merger partai yang turut diangkat, Randi menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Ia meluruskan bahwa yang disampaikan Surya Paloh adalah gagasan political block atau blok politik berbasis kesamaan visi kebangsaan.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa sejak awal berdiri, Partai NasDem memiliki komitmen kuat terhadap politik tanpa mahar, sebuah prinsip yang mencerminkan ketulusan dalam membangun demokrasi yang adil dan bermartabat di Indonesia.
Menurut Randi, kepemimpinan Surya Paloh juga telah teruji dalam kontestasi demokrasi. Pada Pemilu 2024, Partai NasDem berhasil meraih 14,6 juta suara atau 9,6 persen, menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap arah perjuangan partai.
“Beliau bukan hanya tokoh politik, tetapi juga katalisator gagasan bagi negeri. Pemikiran dan keteguhannya menjadi inspirasi sekaligus penggerak bagi kader dan simpatisan,” tutup Randi.*
