BATAM, Radarsatu.com – Isak tangis dan suasana duka mendalam menyelimuti area Rumah Sakit Bhayangkara Batam, Selasa (14/4/2026). Keluarga besar Bripda Natanael Simanungkalit tampak terpukul atas kepergian mendadak polisi muda tersebut yang ditemukan tak bernyawa di mess tempat tugasnya.
Meski masih dalam kondisi berduka, pihak keluarga telah mengambil langkah tegas dengan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada proses hukum yang berlaku.
Laporan Resmi ke SPKT Sejak Pagi Buta
Kuasa hukum keluarga, Sudirman Situmeang, mengungkapkan bahwa pihak keluarga pertama kali menerima kabar pahit tersebut dari kepolisian pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, korban dilaporkan sudah berada di rumah sakit dalam kondisi meninggal dunia.
Tak butuh waktu lama bagi keluarga untuk mencari keadilan. Pada pukul 05.00 WIB pagi, pihak keluarga secara resmi telah membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) guna mengusut tuntas penyebab kematian korban.
“Kami ingin semua proses berjalan transparan. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi, semuanya harus jelas dan terang benderang,” tegas Sudirman saat memberikan keterangan di RS Bhayangkara.
Menunggu Hasil Pemeriksaan Medis
Terkait indikasi kekerasan yang mencuat, Sudirman mengakui bahwa pihak keluarga dan tim hukum telah melihat kondisi awal jenazah Bripda Natanael. Meskipun menemukan beberapa hal yang dinilai tidak wajar, pihaknya memilih untuk tetap bersandar pada hasil pemeriksaan ahli.
“Ada beberapa hal (kejanggalan) yang kami temukan secara kasat mata, namun untuk memastikan penyebab pastinya, kami serahkan sepenuhnya pada hasil pemeriksaan resmi dan autopsi dari tim medis yang berwenang,” tambahnya.
Fokus pada Keadilan bagi Korban
Hingga Selasa siang, area rumah sakit terus dipadati oleh kerabat serta rekan-rekan sejawat korban. Pihak keluarga cenderung membatasi komunikasi dengan awak media karena ingin fokus mengawal jalannya penyelidikan.
Keluarga berharap, profesionalisme Polri diuji dalam kasus ini, mengingat kejadian terjadi di lingkungan internal. Mereka menuntut pengungkapan fakta yang objektif demi memberikan keadilan bagi almarhum Bripda Natanael yang baru memulai pengabdiannya di kepolisian.
“Keluarga hanya ingin kebenaran terungkap. Kami berharap penyelidikan dilakukan secara objektif tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” pungkas Sudirman.



