Wahyu Wahyudin Minta Pemerintah Petakan Potensi Daerah: Jangan Ubah Lumbung Padi Jadi Kawasan Industri

Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin. (Foto: Wahyu Wahyudin)

BATAM, Radarsatu.com – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin, menegaskan bahwa kemandirian di sektor pangan dan energi adalah kunci utama bagi Indonesia untuk lepas dari ketergantungan serta tekanan global.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyerukan agar pemerintah pusat segera melakukan pemetaan pembangunan nasional yang selaras dengan keunggulan komparatif dan karakteristik unik masing-masing daerah.

Pemetaan Wilayah Berbasis Potensi

Wahyu mengingatkan agar pemerintah tidak melakukan “tabrakan” kebijakan dalam tata ruang wilayah. Menurutnya, pembangunan yang tidak sesuai karakteristik daerah hanya akan menghambat ketahanan nasional.

“Jangan memaksakan daerah yang secara alami merupakan lumbung padi menjadi kawasan industri. Sebaliknya, daerah maritim harus difokuskan pada potensi lautnya. Pembangunan harus selaras agar akselerasi ketahanan pangan dan energi dapat tercapai dengan cepat,” ujar Wahyu, Rabu (8/4/2026).

Kepri Sebagai Masa Depan Lumbung Ikan Nasional

Dengan luas wilayah laut yang mencapai 96%, Wahyu menaruh harapan besar agar Kepulauan Riau bertransformasi menjadi lumbung ikan nasional. Ia menilai potensi protein laut Kepri mampu menjadi penyangga kebutuhan pangan Indonesia jika dikelola secara profesional.

“Laut Kepri sangat luas dan potensinya luar biasa. Jika didukung infrastruktur perikanan yang memadai, Kepri bisa menjadi penyumbang utama protein ikan nasional,” tegasnya.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa keterbatasan infrastruktur seperti pelabuhan perikanan dan akses jalan masih menjadi kendala utama nelayan lokal. Wahyu mendesak pemerintah pusat memberikan dukungan anggaran nyata untuk membangun sarana prasarana yang mampu memaksimalkan hasil tangkapan sekaligus menekan angka pencurian ikan oleh kapal asing.

Kedaulatan Energi dan Eksplorasi Baru

Selain pangan, sektor energi juga menjadi sorotan. Wahyu meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk lebih agresif dalam mengeksplorasi sumber minyak baru serta mempercepat transisi ke energi terbarukan.

“Kemandirian energi akan menjadi benteng bagi kedaulatan bangsa. Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada pasokan luar negeri,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Wahyu menekankan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah pusat adalah kunci bagi Kepulauan Riau untuk melakukan lompatan besar dalam kemajuan ekonomi berbasis maritim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *