Pimpin Rakor TPID, Wawako Raja Ariza Sebut Inflasi Tanjungpinang Terkendali di Angka 3,98 Persen

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang disejalankan dengan rapat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Senin (13/4/2026).F-Diskominfo Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang disejalankan dengan rapat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Senin (13/4/2026).

Dalam arahannya, Raja Ariza menegaskan bahwa meski kondisi ekonomi Kota Gurindam saat ini stabil, pemerintah tidak boleh lengah terhadap tekanan inflasi yang dipicu oleh dinamika global dan rantai pasok.

Inflasi Terkendali di Tengah Tantangan Global

Berdasarkan data terbaru, inflasi tahunan (year-on-year) Kota Tanjungpinang pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,98 persen. Menariknya, pada periode bulanan (month-to-month), Tanjungpinang justru mengalami deflasi sebesar 0,37 persen, yang menunjukkan efektivitas intervensi harga di pasar.

“Secara umum ekonomi kita cukup baik. Namun, kita harus waspada karena Tanjungpinang masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Ketegangan geopolitik internasional yang berdampak pada harga energi harus kita antisipasi dengan langkah yang terukur dan responsif,” ujar Raja Ariza.

Penguatan Distribusi dan Satgas Pangan

Wawako menginstruksikan penguatan koordinasi lintas sektor dalam memantau harga secara konsisten. Hal ini dilakukan untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama pada komoditas pangan pokok yang rentan terhadap fluktuasi harga distribusi.

“Koordinasi yang solid adalah kunci. Kita pastikan stok bahan pokok aman dan tidak ada hambatan dalam distribusi agar stabilitas harga tetap terjamin,” tambahnya.

Akselerasi Digitalisasi Melalui TP2DD

Selain masalah inflasi, Pemko Tanjungpinang juga serius mendorong transformasi sistem pembayaran ke arah digital. Raja Ariza menekankan bahwa digitalisasi transaksi daerah melalui TP2DD merupakan instrumen penting untuk meningkatkan transparansi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Digitalisasi akan meningkatkan efisiensi dan membantu pengendalian inflasi melalui pemantauan data secara real-time. Kami mengapresiasi peningkatan capaian digitalisasi saat ini dan berharap cakupannya terus diperluas ke seluruh sektor layanan publik,” ungkap Wawako.

Komitmen Sinergi Antarinstansi

Menutup rapat tersebut, Raja Ariza menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi vertikal dan perangkat daerah. Ia berharap seluruh pihak menjalankan peran optimal dalam menjaga denyut ekonomi kota agar tetap tumbuh merata.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah, memastikan stok pangan aman, dan mempermodern sistem keuangan daerah di Kota Tanjungpinang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *