TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Akses layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Tanjungpinang Barat akan semakin mudah. Puskesmas Tanjungpinang Barat ditargetkan resmi menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan sebelum pekan ketiga April 2026.
Kepastian ini menyusul proses kredensialing atau uji kelayakan yang dilakukan oleh tim BPJS Kesehatan pada Senin (6/4/2026). Tahapan ini merupakan langkah final untuk menilai kesiapan fasilitas kesehatan sebelum penandatanganan kontrak kerja sama resmi.
Penilaian Ketat Sarana dan SDM
Dalam proses kredensialing tersebut, tim penilai mengecek secara mendalam berbagai aspek vital di Puskesmas Tanjungpinang Barat. Mulai dari ketersediaan sumber daya manusia (SDM), kelengkapan sarana prasarana, peralatan medis, stok obat-obatan, hingga status akreditasi puskesmas.
Kunjungan tim dipimpin langsung oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tanjungpinang, dr. Grace, dan disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang, Rustam, serta Kepala Puskesmas Tanjungpinang Barat, drg. Harry Prima.
Solusi Antrean dan Jarak Layanan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi warga setempat. Selama ini, mayoritas peserta BPJS di Kelurahan Tanjungpinang Barat harus terdaftar dan berobat ke Puskesmas Tanjungpinang yang jaraknya lebih jauh.
“Dengan kerja sama ini, nantinya peserta BPJS di Kelurahan Tanjungpinang Barat dan sekitarnya bisa mengalihkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mereka langsung ke Puskesmas Tanjungpinang Barat,” jelas Rustam.
Ia berharap, pengalihan ini tidak hanya mendekatkan jarak layanan ke pemukiman warga, tetapi juga efektif dalam mengurai antrean pasien yang selama ini menumpuk di puskesmas lain.
Target Operasional April 2026
Pihak Dinas Kesehatan optimis seluruh proses administrasi akan rampung tepat waktu. Jika berjalan sesuai rencana, masyarakat sudah bisa menikmati layanan BPJS Kesehatan di lokasi tersebut dalam waktu dekat.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, dekat dengan tempat tinggal, dan tentunya dengan waktu tunggu atau antrean yang lebih singkat,” pungkasnya.



