JAKARTA, Radarsatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas jangkauan literasi keuangan syariah hingga ke lingkungan pesantren. Melalui program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), OJK membekali ratusan santri di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, dengan pemahaman finansial berbasis prinsip Islam, Selasa (10/3/2026).
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menegaskan bahwa santri memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan (agent of change). Dengan pemahaman yang tepat, santri diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi syariah di tengah masyarakat.
“Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah yang sangat besar. Peningkatan literasi adalah kunci agar santri dan masyarakat luas dapat memanfaatkan produk keuangan syariah secara optimal demi kesejahteraan umat,” ujar Ismail saat membacakan sambutan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi.
Edukasi Kewirausahaan dan Waspada Investasi Ilegal
Dalam rangkaian kegiatan SAKINAH, para santri tidak hanya belajar mengenai produk perbankan syariah, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan dan investasi ilegal.
Ketua Bidang Ekonomi PBNU, KH Fahmi Akbar Idries, menambahkan bahwa literasi keuangan yang baik adalah modal utama bagi santri untuk terjun ke dunia wirausaha.
“Santri kini tidak hanya menjadi pemuka agama, tapi juga harus berani menjadi wirausaha yang menciptakan lapangan kerja. Pengelolaan keuangan yang bijak akan membantu mereka menangkap peluang ekonomi,” tegas KH Fahmi.
Peluncuran Modul Pengajaran Syariah
Sebagai langkah konkret keberlanjutan program, OJK meluncurkan Modul Pengajaran Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah. Modul ini dirancang sebagai panduan pembelajaran mandiri di lingkungan pesantren dan jaringan sekolah di bawah Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama.
Selain peluncuran modul, dilakukan pula pembukaan akses keuangan syariah secara simbolis bagi para santri. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat inklusi keuangan di sektor pendidikan berbasis agama.
Acara ini turut dihadiri oleh Staf Khusus Menko Bidang Kerukunan Beragama Gus Ulun Nuha, CEO Pesantren Development Rozi Ahmad, serta jajaran pengurus Pondok Pesantren Darunnajah. Melalui program SAKINAH, OJK berkomitmen menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di tanah air.



