TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam beberapa waktu terakhir. Selain mencatat pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional, kondisi inflasi di daerah ini juga dinilai masih relatif stabil.
Hal tersebut disampaikan oleh Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (9/3/2026). Ia menyebutkan bahwa tingkat inflasi di Kepulauan Riau masih berada dalam kategori terkendali.
Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebesar 0,7 persen, sementara tingkat inflasi berada pada angka 3,54 persen.
“Angka ini menunjukkan bahwa inflasi di Kepulauan Riau masih cukup baik dan stabil,” kata Tito.
Meski demikian, terdapat beberapa komoditas yang memberikan kontribusi terhadap kenaikan inflasi di daerah tersebut. Di antaranya adalah komoditas emas perhiasan yang menyumbang sekitar 0,15 persen terhadap inflasi serta kenaikan biaya angkutan udara yang turut memengaruhi pergerakan harga.
Di sisi lain, performa ekonomi Kepulauan Riau juga menunjukkan tren yang sangat positif. Pada triwulan IV tahun 2025, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5,39 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau mencapai 7,89 persen atau jauh melampaui rata-rata nasional.
“Sebagian besar kabupaten dan kota di Kepri bahkan mencatat pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional,” ujarnya.
Tren positif tersebut juga diperkuat oleh data yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti. Ia menyebutkan bahwa perekonomian Kepulauan Riau terus mengalami pertumbuhan sejak kuartal II hingga kuartal IV tahun 2025.
Menurutnya, seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif, bahkan sebagian besar berada di atas rata-rata nasional.
“Selamat kepada Pak Gubernur atas capaian ini. Tercatat lima kabupaten dan kota di Kepulauan Riau memiliki pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional,” ujarnya.
Meski pertumbuhan ekonomi menunjukkan kinerja yang kuat, pemerintah daerah tetap diingatkan untuk mengoptimalkan pengelolaan anggaran daerah. Hingga 6 Maret 2026, realisasi pendapatan daerah Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebesar 16,97 persen, sementara realisasi belanja daerah masih berada pada angka 4,45 persen.
Percepatan belanja daerah dinilai penting agar program pembangunan dapat berjalan maksimal serta memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Di tengah perkembangan tersebut, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, termasuk dalam membantu pengendalian inflasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi, mengatakan keberadaan UMKM membantu menjaga ketersediaan barang kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal.

“UMKM membantu menjaga pasokan barang di masyarakat. Ketika produksi dan distribusi berjalan baik, maka stabilitas harga juga dapat lebih terjaga,” ujar Riki di Tanjungpinang, Selasa (10/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa banyak pelaku UMKM di Kepulauan Riau bergerak di sektor pangan, kuliner, perdagangan kecil, serta berbagai usaha jasa yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Keberadaan usaha-usaha tersebut membantu memperkuat rantai distribusi barang di tingkat lokal sehingga ketersediaan produk di pasar dapat tetap terjaga.
Bagi wilayah kepulauan seperti Kepulauan Riau, peran UMKM juga menjadi sangat penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan barang dari luar daerah.
Dengan semakin banyak pelaku usaha lokal yang memproduksi dan mendistribusikan kebutuhan masyarakat, potensi gangguan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga dapat diminimalkan.
“Semakin kuat sektor UMKM, maka semakin stabil pula pasokan barang di pasar. Ini tentu berdampak positif bagi pengendalian inflasi di daerah,” jelasnya.
Selain menjaga stabilitas harga, sektor UMKM juga memberikan kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat.
Dengan dukungan berbagai program pembinaan, pelatihan, serta fasilitasi akses permodalan dari pemerintah daerah, pelaku UMKM di Kepulauan Riau diharapkan mampu terus berkembang dan meningkatkan daya saing usaha mereka.
Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta berbagai sektor ekonomi diharapkan dapat terus memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga di Provinsi Kepulauan Riau.



