Rapor Hijau Pembangunan Riau 2025: IPM Melejit dan Angka Kemiskinan Turun Drastis

PEKANBARU, Radarsatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi memaparkan capaian gemilang indikator makro pembangunan daerah sepanjang tahun 2025. Dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Provinsi Riau, Senin (9/3/2026), terungkap bahwa sektor ekonomi, kualitas sumber daya manusia, hingga angka ketenagakerjaan menunjukkan tren penguatan yang signifikan.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang solid antara pemerintah dan legislatif dalam mengawal program strategis daerah.

“Beberapa indikator utama pembangunan Provinsi Riau pada tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang sangat positif jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Syahrial di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Riau.

Salah satu sorotan utama adalah lonjakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Riau pada 2025 menyentuh angka 76,31, naik 0,64 poin dari tahun sebelumnya yang berada di angka 75,67. Capaian ini sekaligus menempatkan Riau di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 75,90.

Selain kualitas manusia, Pemprov Riau juga sukses menekan angka kemiskinan. Hingga September 2025, tingkat kemiskinan di Riau turun menjadi 6,30 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan capaian nasional yang masih berada di level 8,25 persen.

Di sektor ketenagakerjaan, Riau mencatatkan performa yang menggembirakan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,16 persen. Angka ini membuktikan bahwa lapangan kerja di Bumi Lancang Kuning lebih stabil dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 4,85 persen.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Provinsi Riau juga mengalami akselerasi yang cukup tajam. Ekonomi Riau tahun 2025 berhasil tumbuh sebesar 4,79 persen, meningkat pesat dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 3,52 persen.

“Tren positif ini menjadi fondasi kuat bagi kita untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau di masa mendatang,” tutup Syahrial Abdi.

Rapat paripurna ini menjadi momentum penting bagi Pemprov Riau untuk mengevaluasi sekaligus merancang strategi pembangunan yang lebih agresif demi menjaga momentum pertumbuhan di tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *