TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Upaya tersebut salah satunya terlihat dalam berbagai inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) yang kembali digelar tahun ini.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan berbagai program strategis yang bertujuan memperkuat koperasi dan meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kepulauan Riau.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi, mengatakan bahwa penguatan koperasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam menciptakan pemerataan ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Koperasi merupakan pilar penting dalam ekonomi kerakyatan. Pemerintah Provinsi Kepri terus mendorong penguatan koperasi agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Riki.
Salah satu contoh keberhasilan pengembangan koperasi di Kepulauan Riau adalah Koperasi Merah Putih di Pulau Sembur, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam.
Koperasi tersebut menjadi perhatian nasional karena berhasil mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Melalui pengelolaan PLTS tersebut, koperasi mampu menyediakan pasokan listrik bagi lebih dari 200 kepala keluarga yang tinggal di wilayah tersebut.
Selain membantu memenuhi kebutuhan energi masyarakat, keberadaan PLTS juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai aktivitas ekonomi produktif.
Menurut Riki, model koperasi seperti ini menunjukkan bahwa koperasi dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang modern dan inovatif.
“Koperasi tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam. Dengan pengelolaan yang baik, koperasi juga dapat mengelola berbagai potensi ekonomi masyarakat, termasuk sektor energi terbarukan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan koperasi tersebut menjadi bukti bahwa koperasi dapat berperan lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan KURMA, berbagai inovasi pengembangan koperasi dan UMKM di Kepulauan Riau juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Sejumlah pejabat nasional turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Dalam Negeri, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, serta pimpinan BPS provinsi se-Sumatera.
Riki mengatakan bahwa dukungan dari pemerintah pusat menjadi dorongan penting bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk terus memperkuat sektor koperasi dan UMKM.
“Kami terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi agar koperasi dan UMKM di Kepri mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” katanya.
Selain penguatan koperasi, Pemerintah Provinsi Kepri juga terus mendorong pengembangan berbagai program ekonomi kerakyatan yang selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional.
Beberapa program yang menjadi fokus antara lain pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, penguatan sektor UMKM, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Riki, sinergi antara koperasi, UMKM, serta dukungan pemerintah menjadi kunci penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin koperasi dan UMKM di Kepulauan Riau menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada pelaku koperasi dan UMKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, serta penguatan akses permodalan.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau optimistis sektor koperasi dan UMKM akan semakin berkembang dan mampu menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Kami berharap koperasi dan UMKM Kepri dapat terus berkembang, berinovasi, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tutup Riki Rionaldi.



