PEKANBARU, Radarsatu.com – Program mudik gratis bertajuk Balek Besamo 2026 yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menuai apresiasi luas dari kalangan mahasiswa perantauan. Khusus di wilayah Jabodetabek, Himpunan Pelajar Mahasiswa Riau (Hipemari) Jakarta menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kepulangan puluhan rekan sejawat menjelang Idulfitri 1447 H.
Ketua Hipemari Jakarta, Adib Alfikri, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah membentuk panitia pelaksana khusus guna memastikan proses pendataan dan verifikasi berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
Dalam pelaksanaannya, Hipemari Jakarta mendapatkan alokasi kuota sebanyak 90 orang dari Pemprov Riau melalui Badan Penghubung. Adib menekankan pentingnya akurasi data dalam proses pendaftaran guna menghindari adanya pendaftaran ganda (double name) sehingga manfaat program ini benar-benar merata.
“Hingga saat ini, sudah ada 70 mahasiswa yang mendaftar. Kami masih memiliki sisa kuota, jadi bagi kawan-kawan mahasiswa asal Riau di Jabodetabek, silakan segera mendaftarkan diri,” ujar Adib, Sabtu (7/3/2026).
Bagi mahasiswa yang ingin bergabung dalam rombongan mudik gratis ini, persyaratan yang diwajibkan cukup sederhana, yakni membuktikan status sebagai pelajar atau mahasiswa asal Riau melalui KTP atau Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).
Panitia menetapkan batas akhir pendaftaran pada 9 Maret 2026. Hal ini dilakukan agar proses verifikasi final dapat tuntas sebelum keberangkatan yang dijadwalkan pada 12 Maret 2026.
“Titik kumpul keberangkatan dipusatkan di Asrama Mahasiswa Riau Jakarta. Kami ingin memastikan semua peserta terdata dengan baik sebelum bus diberangkatkan menuju kampung halaman,” tambahnya.
Selain meringankan beban biaya transportasi, Adib menilai program Balek Besamo merupakan momentum emas untuk mempererat tali silaturahmi antar-mahasiswa Riau di perantauan. Program ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan karena manfaatnya yang dirasakan langsung oleh mahasiswa.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Pemprov Riau. Program ini tidak hanya sekadar pulang kampung, tapi juga tentang kebersamaan dan rasa peduli pemerintah terhadap kami yang sedang menuntut ilmu di luar daerah,” pungkas Adib.



