KURMA 2026 Dongkrak Perputaran Ekonomi Ramadan, Kadiskop UMKM Kepri Riki Rionaldi: Momentum Strategis bagi UMKM

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi foto bersama usai pembukaan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026.F-Istimewa

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Pelaksanaan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 dinilai memberi dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan yang menghadirkan berbagai layanan publik, literasi keuangan, hingga pasar murah tersebut juga menjadi ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha lokal selama momentum Ramadan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi, mengatakan kegiatan seperti KURMA menjadi salah satu upaya strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di daerah.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang sangat potensial untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kehadiran event yang melibatkan berbagai instansi pemerintah, perbankan, hingga lembaga keuangan dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha kecil.

“Event seperti KURMA ini sangat positif karena memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka sekaligus memperluas jaringan pasar. Momentum Ramadan memang selalu menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” ujar Riki, Kamis (6/3/2026).

Ia menjelaskan, sinergi lintas sektor dalam kegiatan tersebut juga memberikan peluang bagi UMKM untuk mendapatkan berbagai fasilitas pendukung usaha, mulai dari literasi keuangan, akses pembiayaan, hingga sertifikasi halal dan perlindungan hak kekayaan intelektual.

Selain itu, kata dia, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan berbagai instansi dalam kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat daya saing UMKM di Kepulauan Riau.

“Melalui kegiatan seperti ini, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan peluang berjualan, tetapi juga memperoleh edukasi dan akses layanan yang dapat membantu usaha mereka berkembang dan naik kelas,” jelasnya.

Riki juga menilai konsep pelayanan publik terpadu yang dihadirkan dalam Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 menjadi nilai tambah bagi masyarakat karena berbagai layanan dapat diakses dalam satu lokasi.

KURMA 2026 Dongkrak Perputaran Ekonomi Ramadan

Menurutnya, kemudahan akses tersebut membuat masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan sekaligus, mulai dari sektor kesehatan, keuangan, hingga administrasi lainnya tanpa harus berpindah tempat.

“Ini tentu memudahkan masyarakat. Mereka datang ke acara Ramadan, bisa menikmati kegiatan budaya, sekaligus mengakses layanan publik dan ekonomi dalam satu tempat,” katanya.

Ia berharap kegiatan seperti KURMA dapat terus digelar secara konsisten setiap tahun karena mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan UMKM di daerah.

“Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi agenda rutin yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *