ASN Pemko Batam Raih Rekor Kepatuhan SPT 99,5 Persen, Amsakar Achmad Terima Penghargaan DJP

Kepala Kantor Wilayah DJP Kepulauan Riau, Mekar Satria Utama, menyerahkan piagam penghargaan kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (4/3/2026).F-Diskominfo Batam

BATAM, Radarsatu.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menorehkan prestasi dalam tata kelola administrasi. Berkat tingkat kedisiplinan yang tinggi, Pemko Batam menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) wilayah Kepulauan Riau atas kepatuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Tahun Pajak 2025 yang mencapai angka 99,5 persen.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah DJP Kepulauan Riau, Mekar Satria Utama, kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (4/3/2026).

Apresiasi Atas Kesadaran Pajak Aparatur
Mekar Satria Utama memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemko Batam yang konsisten mendorong pegawainya untuk tertib administrasi perpajakan. Menurutnya, pencapaian 99,5 persen adalah angka yang luar biasa dan mencerminkan kesadaran tinggi sebagai warga negara.

“Terima kasih atas kontribusi Pemko Batam dalam mendorong ASN melaporkan SPT tepat waktu. Capaian ini sangat baik dan menjadi contoh positif bagi masyarakat luas bahwa aparatur pemerintah berada di garda terdepan dalam memenuhi kewajiban negara,” ungkap Mekar.

Sinergi Lintas Sektor untuk Optimalkan Pendapatan
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal seperti DJP adalah kunci utama dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

“Ada hal-hal yang memang harus kita tangani bersama. Kolaborasi dan sinergi menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi pendapatan daerah,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan perdagangan bebas dengan puluhan kawasan industri serta sektor galangan kapal yang masif. Potensi ekonomi yang besar ini, menurutnya, harus didukung oleh tata kelola fiskal yang baik agar daerah tetap mandiri dan ramah terhadap investasi.

“Dengan tata kelola yang baik, termasuk pengelolaan retribusi dan pajak, Batam diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional serta memberikan layanan publik yang lebih prima bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *