BATAM, Radarsatu.com – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin, memberikan dukungan penuh terhadap rencana PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang akan membuka rute pelayaran internasional Batam-Johor, Malaysia. Langkah ini dinilai sebagai angin segar bagi pemulihan sektor pariwisata daerah.
Wahyu menegaskan, kehadiran ASDP di rute internasional tersebut akan memberikan pilihan transportasi alternatif yang lebih ekonomis bagi wisatawan mancanegara (wisman).
“Saya mendukung 100 persen. Harapannya kajian ini segera terealisasi dalam waktu dekat. Jika ongkos pulang-pergi (PP) lebih murah, minat turis tetangga untuk berkunjung ke Kepri pasti melonjak tajam,” ujar Wahyu, Selasa (3/3/2026).
Multiplier Effect bagi Pelaku UMKM
Politisi Kepri ini juga menggarisbawahi bahwa peningkatan kunjungan wisman akan berdampak langsung pada geliat ekonomi masyarakat lokal. Menurutnya, sektor UMKM adalah pihak yang paling diuntungkan jika arus masuk wisatawan dari Malaysia dan Singapura semakin lancar.
“Kalau kunjungan meningkat, otomatis ekonomi UMKM bergeliat. Wisatawan akan belanja oleh-oleh, kuliner, dan jasa lainnya. Ini yang kita butuhkan untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah,” imbuhnya.
Tantangan Penurunan Kunjungan Wisman
Dukungan ini muncul di tengah laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri yang mencatat adanya penurunan tren kunjungan wisman. Pada Januari 2026, jumlah kunjungan tercatat sebanyak 158.338, turun sebesar 35,90 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 247.024 kunjungan.
Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, menyebut penurunan ini merupakan pola musiman pascalibur Natal dan Tahun Baru. Saat ini, Kota Batam masih menjadi pintu masuk utama dengan kontribusi sebesar 79,97 persen atau 126.620 kunjungan.
Data BPS menunjukkan bahwa wisman asal Singapura masih mendominasi pasar Kepri dengan 68.413 kunjungan (43,21 persen), disusul oleh warga berkebangsaan Malaysia sebanyak 42.911 kunjungan. Dengan adanya rute baru ASDP Batam-Johor kelak, diharapkan angka kunjungan dari Malaysia dapat kembali terdongkrak dan menutupi celah penurunan musiman yang sering terjadi.



