BINTAN, Radarsatu.com – Pemerintah Kabupaten Bintan terus memperkuat sinergi dengan sektor swasta dalam upaya mencetak generasi sehat dan bebas malnutrisi. Terbaru, Bupati Bintan Roby Kurniawan memberikan apresiasi tinggi atas capaian program JAPFA for Kids 2025 yang telah memberikan dampak nyata bagi ribuan siswa di wilayahnya.
Dalam agenda Diseminasi Program JAPFA for Kids di Kantor Bupati Bintan, Senin (23/02/2026), terungkap bahwa program ini telah menjangkau 2.318 siswa dari 13 sekolah dasar di Kecamatan Toapaya dan Gunung Kijang sejak Maret 2025.
Bupati Roby Kurniawan menegaskan bahwa langkah PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk bukan sekadar investasi bisnis, melainkan bentuk kepedulian sosial yang nyata terhadap masa depan anak-anak di Bintan.
“Ini adalah kolaborasi luar biasa. JAPFA menunjukkan kepeduliannya pada masa depan generasi daerah ini. Kami berharap program berkelanjutan seperti ini bisa terus diperluas cakupannya,” ujar Roby.
Untuk memastikan keberhasilan program, Pemkab Bintan melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat berkomitmen melakukan pengawasan ketat. Peran guru di sekolah juga dianggap krusial sebagai garda terdepan dalam memantau perkembangan fisik siswa.
Strategi Protein Hewani: Satu Telur Setiap Hari
Head of Operation Sumatera PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk, Anwar Tandiono, menjelaskan bahwa kunci utama intervensi ini adalah pemberian protein hewani secara rutin. Sebanyak 184 anak yang terdeteksi malnutrisi mendapatkan tambahan satu butir telur setiap hari selama enam bulan.
“Hingga saat ini, kami telah mendistribusikan 65.029 butir telur. Data menunjukkan tingkat konsumsi telur di sekolah mencapai angka yang menggembirakan, yakni 86,82 persen,” papar Anwar.
Capaian Positif Gizi Siswa
Berdasarkan data monitoring hingga Januari 2026, dari 193 siswa yang mengikuti pendampingan intensif, sebanyak 144 anak telah menunjukkan perbaikan status gizi. Pemantauan dilakukan secara digital melalui aplikasi khusus JAPFA for Kids untuk memastikan data berat dan tinggi badan tercatat secara akurat setiap bulan.
Selain intervensi gizi, program ini juga membekali guru dan orang tua dengan edukasi mengenai Empat Pilar Gizi Seimbang agar pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi budaya baru di lingkungan sekolah dan rumah.



