BINTAN, Radarsatu.com – Pemerintah Kabupaten Bintan bergerak cepat memastikan stabilitas daerah tetap terjaga menjelang dua momentum besar, yakni perayaan Cap Go Meh dan ibadah bulan suci Ramadan 1447 H. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda di Kantor Bupati Bintan, Rabu (18/2/2026), Bupati Roby Kurniawan menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga.
Bupati Roby memberikan atensi khusus pada potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Ia meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah adanya praktik spekulasi harga oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Kondisi daerah saat ini memang kondusif, namun kita harus tetap waspada terhadap gejolak harga pangan. Saya minta pengawasan bersama agar stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga hingga Idulfitri nanti,” tegas Roby di hadapan unsur TNI/Polri, BMKG, dan pimpinan DPRD Bintan.
Selain masalah ekonomi, aspek toleransi beragama juga menjadi bahasan utama. Mengingat puncak Cap Go Meh jatuh pada 6 Maret mendatang, Bupati mengusulkan pengaturan teknis agar kegiatan pawai dilakukan setelah pelaksanaan Salat Tarawih. Langkah ini diambil sebagai solusi jalan tengah agar umat Muslim dapat beribadah dengan khusyuk, sementara perayaan budaya tetap berjalan meriah.
“Kita mencari format terbaik agar kebebasan beribadah dan perayaan hari besar agama di Bintan berjalan beriringan dalam semangat toleransi yang tinggi,” tambahnya.
Guna memperkuat pengamanan swadaya, Bupati menginstruksikan Sekda Bintan untuk menyosialisasikan imbauan ketertiban hingga ke tingkat RT/RW. Melalui koordinasi yang solid antara Pemkab Bintan dan Forkopimda, diharapkan suasana religius Ramadan dan kemeriahan Cap Go Meh dapat berlangsung aman, damai, dan penuh keberkahan.



