BATAM, Radarsatu.com – Komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam memajukan sektor pendidikan kembali membuahkan apresiasi di tingkat regional. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dianugerahi penghargaan kategori Dukungan Pemerintah Daerah pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepulauan Riau.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kepala BPMP Kepri, Warsita, dalam acara Malam Apresiasi Pendidikan yang digelar di Planet Holiday Hotel, Batuampar, Sabtu (14/2/2026). Forum ini menjadi puncak konsolidasi para pemangku kepentingan untuk memperkuat mutu pendidikan dasar dan menengah.
Dalam pidatonya, Amsakar Achmad menekankan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah penentu masa depan bangsa. Baginya, pendidikan merupakan instrumen mobilitas sosial paling efektif yang dapat mengubah kehidupan masyarakat secara signifikan.
“Daya saing daerah mustahil terwujud tanpa SDM yang tangguh. Pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah mereka yang tidak mampu menjadi mampu, dan yang tidak diperhitungkan menjadi pemimpin masa depan,” tegas Amsakar.
Anggaran Fantastis dan Seragam Gratis
Kesungguhan Pemko Batam dibuktikan melalui dukungan anggaran yang masif. Dari total APBD Batam sebesar Rp4,3 triliun, sebanyak Rp1,1 triliun dialokasikan khusus untuk Dinas Pendidikan. Program nyata lainnya meliputi pembagian 105.670 stel seragam gratis untuk siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di seluruh penjuru Batam.
Di level pendidikan tinggi, Pemko Batam juga telah menyalurkan beasiswa bagi 2.025 mahasiswa, dengan prioritas bagi anak-anak di wilayah hinterland dan keluarga prasejahtera. Bahkan, saat ini tengah direncanakan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih (Sekolah Garuda) seluas 18 hektare berbasis boarding school dengan dukungan hibah pengusaha senilai Rp150 miliar.
Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Bangsa
Terkait Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, Amsakar menyebut Batam siap menjadi garda terdepan dalam pengawalan program tersebut.
“Program ini bukan sekadar urusan gizi, melainkan investasi ketahanan bangsa. Di Batam, kami memastikan program ini berdampak ganda: menyehatkan siswa sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani dan dapur mandiri,” jelasnya.
Kerja keras tersebut tercermin dari angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam yang menyentuh 83,8—angka tertinggi di Kepulauan Riau dan salah satu yang terbaik di Pulau Sumatera. Menurut Amsakar, tingginya IPM yang dibarengi penurunan kemiskinan menjadi bukti bahwa tata kelola pemerintahan Batam sudah berada di jalur yang benar.



