TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi musim kemarau panjang yang melanda, Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar Shalat Istisqa’ berjamaah di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., bersama jajaran Forkopimda, para pejabat perangkat daerah, hingga organisasi kemasyarakatan. Shalat memohon hujan ini dipimpin oleh imam Ustaz Mansur SQ (Al Hafidz) dengan khotbah yang disampaikan oleh Dr. Malik Al Munir, M.Hum.
Wawako Raja Ariza mengungkapkan bahwa minimnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Kondisi ini secara langsung memicu penyusutan debit air di waduk utama.
“Hujan sudah lama tidak turun. Hal ini menyebabkan debit air di waduk terus menurun dan berdampak pada tersendatnya distribusi air bersih kepada masyarakat kita,” ujar Raja Ariza usai pelaksanaan shalat.
Sinergi Doa dan Langkah Teknis Menurut Raja Ariza, Shalat Istisqa’ ini merupakan wujud kebersamaan antara pemerintah dan rakyat dalam mengetuk “pintu langit”. Ia menegaskan bahwa selain upaya teknis, permohonan kepada Sang Pencipta menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam menghadapi situasi sulit.
“Kita lakukan Shalat Istisqa’ sebagai bentuk ikhtiar lahir dan batin. Pemerintah terus bekerja secara teknis, namun sebagai umat beriman, kita juga memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera membasahi Kota Tanjungpinang,” ungkapnya.
Langkah Darurat BPBD Saat ini, pasokan air baku Tanjungpinang masih sangat bergantung pada Waduk Sungai Pulai dan Waduk Gesek yang kondisinya kian mengering. Merespons hal tersebut, Wawako Ariza memastikan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus bekerja di lapangan.
“BPBD secara rutin menyuplai air bersih langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak kekeringan. Ini langkah cepat kami untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah krisis air ini,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Raja Ariza mengimbau masyarakat untuk bergotong-royong menghemat penggunaan air. Ia berharap melalui doa kolektif ini, hujan segera turun untuk memulihkan ketersediaan air baku dan menstabilkan kembali pasokan air bersih bagi seluruh warga Kota Gurindam.



