TANJUNGPINANG, Radarsatu.com — Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., bergerak cepat mematangkan persiapan penyelenggaraan Bazar Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Selasa (10/2/2026), Lis menegaskan pentingnya pemenuhan kelengkapan administrasi dan perizinan agar kegiatan tahunan ini berjalan tertib dan legal.
Lis menginstruksikan agar seluruh teknis pelaksanaan dipersiapkan secara matang dan terintegrasi antar-instansi, mulai dari izin keramaian hingga pengelolaan area publik.
“Seluruh rangkaian perizinan harus disiapkan secara terintegrasi, termasuk izin parkir insidentil dan izin keramaian dari Polres. Penuhi semua kelengkapan administrasinya agar tidak terjadi kendala hukum maupun teknis di lapangan,” tegas Lis.
Sistem Perizinan Satu Pintu
Untuk menjaga ketertiban dan pengendalian lokasi, Wali Kota Lis menetapkan bahwa permohonan penyelenggaraan bazar, baik yang diajukan perorangan maupun kelompok, harus dilakukan melalui sistem satu pintu.
Berdasarkan data sementara, terdapat 18 lokasi pemohon bazar yang telah masuk dan akan segera diverifikasi. Sesuai ketentuan, izin lokasi nantinya akan dikeluarkan oleh kelurahan setempat berdasarkan kelayakan wilayah masing-masing.
Fokus pada Kenyamanan Publik dan Ekonomi UMKM
Rapat koordinasi tersebut juga membedah kesiapan teknis yang menjadi tanggung jawab lintas perangkat daerah, meliputi:
-
Rekayasa Lalu Lintas: Pengaturan arus kendaraan di titik-titik keramaian.
-
Kebersihan: Pengelolaan sampah selama dan setelah operasional bazar.
-
Keamanan & Listrik: Penjaminan ketersediaan jaringan listrik yang aman bagi pedagang.
-
Fasilitas Parkir: Pengaturan area parkir agar tidak memicu kemacetan di jalan protokol.
“Sinergi antar-instansi sangat penting. Pelaksanaan bazar jangan sampai mengganggu ketertiban umum atau aktivitas warga sekitar. Kita ingin bazar ini menjadi wadah pelaku UMKM untuk tumbuh dan mendorong ekonomi daerah,” tambah Lis.
Ia berharap Bazar Ramadan 1447 H di Kota Tanjungpinang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga tetap menjaga estetika, kenyamanan, dan kondusivitas kota selama bulan suci.



