BATAM, Radarsatu.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Rembuk Pancasila Seri ke-4 dengan mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Mencegah Paham Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme, dan Intoleransi”, kegiatan digelar pada Selasa (10/2) siang Aula mini Kampus Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), Kota Batam.
Forum strategis ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda, khususnya di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kepri, Muhamad Iksan menyampaikan, Rembuk Pancasila menjadi forum dialog strategis untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dan generasi muda terhadap bahaya paham radikalisme serta pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol Kepri berharap generasi muda mampu menjadi garda terdepan dalam menangkal berbagai paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila serta berperan aktif dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang rukun, damai, dan harmonis di Provinsi Kepulauan Riau,” jelas Iksan.

Iksan menyampaikan, bahwa Rembuk Pancasila dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2024 tentang arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila.
“Rembuk Pancasila ini menjadi ruang diskusi dan silaturahmi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan generasi muda dalam rangka memperkuat nilai-nilai Pancasila di Provinsi Kepulauan Riau,” jelas Iksan.
Ia menambahkan, tujuan kegiatan ini antara lain memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya radikalisme, ekstremisme, terorisme, dan intoleransi, mendorong peran aktif pemuda dalam menjaga persatuan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, kampus, dan pemuda.
Rembuk Pancasila Seri IV Tahun 2026 ini diikuti sekitar 100 peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi Universitas Riau Kepulauan Batam. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelaksanaan Rembuk Pancasila sebelumnya yang telah digelar di Batam, Tanjungpinang, dan Karimun.
Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan dari unsur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta aparat penegak hukum yang membidangi pencegahan terorisme.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan bahwa Provinsi Kepulauan Riau memiliki karakteristik wilayah yang sangat strategis sekaligus rentan terhadap masuknya berbagai pengaruh, termasuk paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila.
“Kepri adalah provinsi kepulauan dengan wilayah perbatasan yang sangat luas, berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Jalur transportasi internasional seperti Selat Malaka dan Selat Singapura dilintasi puluhan ribu kapal setiap tahun. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita,” ujar Nyanyang.
Ia menyebutkan, Kepulauan Riau memiliki lebih dari 2,3 juta penduduk, dengan ratusan pulau berpenghuni serta ratusan desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah perbatasan. Kondisi tersebut menuntut penguatan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman ideologi yang kuat.
Menurut Nyanyang, Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan manusia. Salah satunya melalui kebijakan SMA gratis serta dukungan akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah pulau-pulau.
Indeks Pembangunan Manusia Kepri saat ini berada di peringkat atas secara nasional. Ini modal penting menuju Indonesia Emas 2045. Namun semua itu harus dibarengi dengan penguatan nilai Pancasila agar generasi muda tidak mudah terpengaruh paham radikal dan intoleran,” tegasnya.
Nyanyang juga mengajak mahasiswa untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama sila keempat dan kelima yang menekankan musyawarah, keadilan, serta persatuan dalam keberagaman.
Turut hadir dalam kegiatan ini Rektor Universitas Riau Kepulauan Batam Prof. Sri Langgeng Ratnasari, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau Darson, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(Adv)



