Dukung Asta Cita Presiden, Amsakar Tekankan Pentingnya Nilai Tambah Sumber Daya Alam

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri FGD Akselerasi Hilirisasi Sektor Ketahanan Pangan Lokal Provinsi Kepri di Auditorium ITEBA, Minggu (8/2/2026).F-Diskominfo Batam

BATAM, Radarsatu.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa hilirisasi pangan lokal merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda demi memperkuat ketahanan bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Hilirisasi Sektor Ketahanan Pangan Lokal Provinsi Kepulauan Riau di Auditorium Institut Teknologi Batam (ITEBA), Minggu (8/2/2026).

Kegiatan yang digagas oleh DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kepri ini menghadirkan sekitar 250 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga perwakilan kelompok tani dan nelayan.

Dalam arahannya, Amsakar memberikan apresiasi tinggi kepada HKTI Kepri yang dinilai responsif terhadap arah pembangunan nasional. “HKTI DPD Kepri berhasil menghadirkan agenda yang sangat penting dalam konteks mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” ujar Amsakar.

Berhenti Menjual Bahan Mentah

Amsakar menekankan bahwa ketahanan nasional sangat bergantung pada kedaulatan energi dan pangan. Oleh karena itu, ia mendorong perubahan paradigma dalam pengelolaan sumber daya alam, dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tinggi.

“Kita harus mendorong hilirisasi terhadap seluruh sumber daya alam yang kita kelola. Jangan lagi menjual bahan mentah, tetapi olahlah agar memiliki nilai tambah yang lebih besar bagi ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Pemberdayaan Petani dan Nelayan sebagai Pelaku Utama

Melalui forum ini, Amsakar berharap ada keberpihakan yang lebih nyata bagi para pejuang pangan di lapangan. Ia menginginkan petani dan nelayan tidak lagi berada di posisi terbawah dalam rantai nilai produksi.

“Ke depan, para petani dan nelayan tidak boleh hanya menjadi produsen mentah. Mereka harus diberdayakan sebagai pelaku utama dalam proses pengolahan hingga pemasaran produk,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, akademisi, dan praktisi—untuk berkolaborasi membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan melalui pendampingan dan pertukaran pengetahuan secara rutin.

“Hilirisasi bertujuan menumbuhkan kemandirian. Ketika petani kita berkualitas dan nelayan kita berdaya, di situlah makna sejati dari ketahanan pangan bangsa,” pungkas Amsakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *