BATAM, Radarsatu.com – Direktorat Pengamanan (Ditpam) Aset dan Kawasan BP Batam bersinergi dengan TNI dan Polri menggelar operasi penertiban tambang pasir ilegal di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Hang Nadim, Rabu (4/2/2026).
Operasi besar-besaran ini melibatkan sedikitnya 200 personel gabungan yang terdiri dari unsur Ditpam BP Batam, Lanud Hang Nadim, Polsek Kawasan Bandara, Kodim 0316/Batam, serta pengelola kawasan bandara. Langkah tegas ini diambil untuk menjamin sterilisasi kawasan bandara dari aktivitas yang melanggar hukum.
Direktur Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam, Mujiyono, menegaskan bahwa Bandara Hang Nadim adalah obyek vital nasional sekaligus gerbang utama investasi dan pariwisata di Kota Batam yang harus dijaga ketat keamanannya.
“Bandara merupakan obyek vital nasional yang harus diamankan dalam rangka menjaga dan meningkatkan investasi Kota Batam. Aktivitas ilegal di kawasan ini berpotensi besar mengganggu layanan penerbangan dan merusak ekosistem lingkungan,” tegas Mujiyono usai memimpin apel kesiapan.
Sinergi Lintas Sektoral demi Keselamatan Penertiban ini menyasar titik-titik penambangan pasir tanpa izin yang masuk dalam zona KKOP. Keberadaan tambang-tambang ini dikhawatirkan dapat memicu degradasi lahan yang membahayakan infrastruktur penerbangan serta mengganggu aspek teknis keselamatan pesawat saat lepas landas maupun mendarat.
Mujiyono menghimbau dengan keras agar masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas ilegal di dalam kawasan bandara. Ia juga menekankan bahwa operasi ini bukan sekadar tindakan sesaat, melainkan akan dilakukan pengawasan secara berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah keberlanjutan dari kegiatan ini sehingga praktik tambang pasir ilegal tersebut tidak terjadi lagi di masa mendatang. Kami mengajak masyarakat mendukung pertumbuhan investasi dengan menjaga ketertiban kawasan,” pungkasnya.
Dengan adanya penertiban ini, BP Batam berharap iklim investasi di Kota Batam tetap kondusif dan layanan transportasi udara melalui Bandara Hang Nadim tetap beroperasi dengan standar keamanan internasional yang maksimal.



